Unduh Aplikasi

Kadis Perhubungan Aceh: Pemerintah Pusat Perlu Subsidi Jalur Perintis

Kadis Perhubungan Aceh: Pemerintah Pusat Perlu Subsidi Jalur Perintis
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi. Foto: Wen Genali.

BATAM-Kepala Dinas Perhubungan Aceh Junaidi berharap keberadaan tiga kapal yang dibeli oleh Pemerintah Aceh menjadi pemantik. Karena itu, Junaidi berharap keberadaan kapal Aceh Hebat 1, 2, dan 3, mendorong pertumbuhan perekonomian Aceh.

“Dalam kondisi perekonomian saat ini, kita sulit berharap pada investor. Karena itu, Dinas Perhubungan Aceh membangun kapal. Kami harap di masa mendatang, pihak swasta yang mengisi ceruk ini,” kata Junaidi usai peluncuran KMP Aceh Hebat 1 di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu, 3 Oktober 2020. 

Kehadiran kapal-kapal milik Pemerintah Aceh ini, kata Junaidi, penting sebagai alat konektivitas seluruh daerah di Aceh yang menjadi visi dan misi Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Nova Iriansyah. 

Meski demikian, Junaidi berharap agar Pemerintah Pusat menyubsidi biaya operasional kapal-kapal tersebut, minimal selama lima tahun. Terutama di rute perintis, seperti ke Pulau Banyak dan ke Simelue. 

“Pemerintah Aceh telah membeli, kami berharap Pemerintah Pusat membantu operasional kapal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara,” ucap Junaidi. 

Selama ini, kekurangan armada menimbulkan antrean panjang kendaraan di pelabuhan-pelabuhan di Aceh, terutama di waktu-waktu tertentu. Satu kendaraan terpaksa menunggu berhari-hari untuk menyeberang ke Simeulue atau ke Sabang. 

Junadi mengatakan Kapal Aceh Hebat 1, yang akan melayani penumpang dari Labuhan Haji ke Simeulue, tak hanya dibeli dengan uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh. Kapal ini ini juga didisain oleh Dinas Perhubungan Aceh dengan bantuan Kementerian Perhubungan. 

Seluruh disain disesuaikan dengan kebutuhan untuk berlayar selama 10 jam. KMP Aceh Hebat 1 dapat menampung 250 penumpang dan 18 truk. Dalam perjalanan selama 10 jam tersebut, Dinas Perhubungan Aceh mendisain kapal lengkap dengan tempat tidur alih-alih bangku, seperti kapal-kapal yang ada sebelumnya. 

Haluan kapal juga didisain untuk mengarungi lautan sehingga para penumpang merasa lebih nyaman saat berada di atas kapal. Kapal ini juga, insya Allah, ucap Junaidi, lebih aman. Junaidi mengungkapkan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah berharap agar kapal ini dapat segera beroperasi di Aceh. 

Namun sebelum ke Aceh, kata Junaidi, kapal-kapal ini akan menjalani serangkaian uji kelayakan berlayar. “Paling lama, insya Allah, Januari sudah dapat beroperasi,” kata Junaidi.

Komentar

Loading...