Unduh Aplikasi

Kadis Kesehatan Aceh: Laboratorium PCR Unsyiah Belum Bisa Digunakan

Kadis Kesehatan Aceh: Laboratorium PCR Unsyiah Belum Bisa Digunakan
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif (kiri) bersama Jubir Covid-19 Aceh, Saifullah Abdul Gani (kanan) saat memberikan keterangan terkait pasien PDP yang meninggal, di RSUDZA, Senin (23/3). Foto: AJNN/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Aceh sudah memiliki dua laboratorium polymerase chain reaction (PCR). Pertama milik Kemenkes RI yang ada di Aceh Besar, kemudian di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Namun, untuk sementara ini, hanya laboratorium PCR milik Kemenkes di Aceh Besar yang sudah dapat dioperasikan. Sedangkan PCR milik Unsyiah belum bisa digunakan karena belum memiliki izin dari Kemenkes. 

"Laboratorium PCR di Unsyiah kendalanya, yang pertama izin dari Kemenkes belum ada," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif kepada wartawan di sela-sela penerimaan bantuan APD di Lanud SIM, Jumat (10/4). 

Tak hanya izin, kata Hanif, laboratorium milik Unsyiah itu juga masih memerlukan perbaikan sirkulasi jaringan, renovasi ruangan serta perlu penambahan fasilitas lainnya. 

Baca: Unsyiah Siap Menjadi Tempat Pengujian Tes Covid-19

"Kedua, perlu perbaikan sirkulasi jaringan, ruangannya itu perlu diperbaiki sedikit, perlu penambahan fasilitas," ujarnya. 

Hanif menyampaikan, jika semua kekurangan itu sudah dilengkapi, minimal sampai dengan level keamanan tingkat dua, maka laboratorium PCR di Unsyiah tersebut baru dapat dioperasikan. 

"Kalau itu sudah, paling tidak tingkat level dua ya, kalau tidak mencukupi level keamanan tingkat dua tidak boleh. Jadi harus level keamanannya tingkat dua," tutur Hanif. 

Komentar

Loading...