Unduh Aplikasi

Kadis Dayah Didesak Jelaskan Mekanisme Pembagian Dana Dayah

Kadis Dayah Didesak Jelaskan Mekanisme Pembagian Dana Dayah
Pengamat kebijakan Publik Aceh, Dr. Nasrul Zaman. Foto: Ist

BANDA ACEH - Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr. Nasrul Zaman, mendesak Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk menjelaskan beberapa sengkarut informasi terkait mekanisme pemotongan Rp 250 miliar pos anggaran di dinas itu dan realokasi anggaran.

"Harus bisa menjelaskan beberapa sengkarut informasi akhir akhir ini terutama tentang mekanisme pemotongan Rp 250 miliar alokasi dana dayah Aceh dan realokasinya," kata Nasrul Zaman di Banda Aceh, Jumat (8/5).

Dokumen AJNN

Nasrul juga meminta, agar kepala dinas untuk menjelaska mekanisme terkait pembagian dana tersebut kepada dayah, sehingga ada daya menerima dana hibah itu cukup variatif. Dimana, ada yang mendapat hibah dana Rp 2 miliar serta ada yang hanya Rp 50 juta.

Ia menilai Dinas Dayah mengabaikan azas keadilan dalam penentuan besaran dayah penerima dana hibah. Hal ini berkaitan dengan adanya kabupaten perbatasan, yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus, malah hanya mendapat penerima dayah dan anggaran paling kecil dari porsi anggaran yang ada.

"Hal lain berkenaan dengan keadilan antar Kabupaten dan prioritas Kabupaten di perbatasan. Sebab, Kabupaten Aceh singkil sebagai benteng akidah syariat islam justru mendapat porsi sangat kecil yaitu hanya 200 juta," ujarnya.

Potongan daftar penerima hibah setebal 17 halaman. Foto: Dok AJNN

Sementara itu, Dia juga mempertanyakan apakah hanya 494 dayah, balai pengajian dan tempat pengajian anak (TPA) di Aceh yang layak menerima suntikan dana hibah dari pemerintah. Ia meminta kepada kepala dinas agar dapat menjelaskan hal ini secara gamblang, agar semua menjadi transparan.

"Kita tidak mau ada pihak pihak yg bermain dalam pengelolaan dayah sehingga uang rakyat tersebut dikelola serampangan, tidak adil dan tidak transparan," sebutnya.

"Oleh karena itu kita minta Pak Plt gubernur Aceh untuk segera mengevaluasi kepala dinas dayah ini demi terbangun prinsip prinsip good governance dalam pembangunan dayah di Aceh," pungkas Nasrul Zaman.

Potongan daftar penerima hibah setebal 17 halaman. Foto: Dok AJNN

Penelusuran media ini, diperolah dokumen terkait daftar belanja hibah Refocusing pada Dinas Pendidikan Dayah Aceh tahun anggaran 2020 tentang kegiatan pembangunan dan pengembangan prasarana dayah. Dari 23 kabupaten atau kota di Aceh, Kota Sabang tidak tercatat sebagai daerah calon penerima dana hibah.

Baca: Memantik Kisruh, Rp 146,8 Miliar untuk Covid-19 atau 494 Dayah?

Dokumen tersebut terdiri dari 17 halaman yang memuat sebaran penerima dana hibah berupa kegiatan Pembangunan dan Pengembangan Prasarana Dayah yang tersebar di 23 Kabupten Kota se Aceh dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 146,83 miliar.

Potongan daftar penerima hibah setebal 17 halaman. Foto: Dok AJNN

Pengelolaan dana hibah untuk Dayah ini bentuknya swakelola, dimana anggaran tersebut langsung dikirim ke rekening dayah, balai pengajian serta Tempat Pengajian Alquran (TPA) yang masuk daftar calon penerima dana Hibah melalui APBA 2020.

Berikut rincian daftar penerima hibah ini terdiri dari Kota Banda Aceh sebesar Rp 4,29 miliar yang diperuntukkan untuk 16 penerima, terbesar Rp 550 juta dan terkecil Rp 90 juta, Kabupaten Aceh Besar sebesar Rp 25,885 miliar untuk 98 penerima, terbesar Rp 2 miliar dan terkecil Rp 50 juta, Kabupaten Pidie Rp 10,4 miliar untuk 50 penerima, terbesar Rp 1 miliar dan terkecil Rp 100 juta serta Pidie Jaya Rp 9,56 miliar untuk 24 penerima, tertinggi Rp 2 m dan terendah Rp 80 juta.

Potongan daftar penerima hibah setebal 17 halaman. Foto: Dok AJNN

Selanjutnya Bireuen Sebesar Rp 7,34 miliar untuk 26 penerima, tertinggi Rp 1 miliar serta terkecil Rp 50 juta, kota Lhokseumawe Rp 2,55 miliar untuk 3 penerima dimana tertinggi Rp 2 miliar dan terendah Rp 50 juta, Aceh Utara sebesar Rp 10,9 miliar diperuntukkan untuk 46 dayah dengan penerima tertinggi Rp 1 miliar dan terendah Rp 100 juta, Aceh Timur Rp 4,345 miliar untuk 28 penerima, tertinggi Rp 500 juta dan terkecil Rp 50 juta.

Lalu Kota Langsa Rp 3,25 miliar untuk 18 penerima, tertinggi Rp 500 juta dan terkecil Rp 100 juta, Aceh Tamiang sebesar Rp 15,55 miliar untuk 31 penerima, tertinggi 2 miliar dan terendah Rp 100 juta, Bener Meriah sebesar Rp 4,85 miliar untuk 7 penerima, terbesar Rp 2 miliar dan terkecil Rp 200 juta, Aceh tengah sebesar Rp 11,13 miliar untuk 14? penerima, tertinggi 2 miliar dan terkecil Rp 150 juta, Gayo Lues sebesar Rp 1,8 miliar untuk 6 penerima, tertinggi Rp 500 juta dan terendah Rp 200 juta.

Potongan daftar penerima hibah setebal 17 halaman. Foto: Dok AJNN

Kemudian Aceh Tenggara senesar Rp 9,605 miliar untuk 15 penerima, tertinggi Rp 2 miliar dan terendah Rp 200 juta, Aceh Jaya sebesar Rp 1,45 miliar untuk 8 penerima terbesar Rp 200 juta dan terkecil Rp 150 juta, Aceh Barat Rp 6,165 miliar untuk 61 penerima masing-masing menerima Rp 90 juta. Nagan Raya sebesar Rp 1,48 miliar untuk 6 penerima, tertinggi Rp 700 juta dan terkecil Rp 130 juta.

Aceh Barat Daya Rp 1,2 miliar untuk 6 penerima, terbesar Rp 450 juta dan terendah Rp 100 juta, Aceh Selatan Sebesar Rp 10,73 miliar untuk 22 penerima, tertinggi Rp 1,5 miliar dan terendah Rp 50 juta, Kota Subussalam Rp 3,8 miliar untuk 5 penerima, tertinggi Rp 2 miliar dan terendah Rp 100 juta, Kabupaten Singkil sebesar Rp 200 juta untuk 1 penerima, serta Simeulue sebesar Rp 350 juta untuk 3 penerima, tertinggi Rp 150 juta dan terendah Rp 100 juta.

Dari daftar calon penerima Hibah Dinas Pendidikan Dayah ini, Kabupaten Aceh Besar merupakan daerah yang mendapatkan porsi terbesar yaitu Rp 25,885 miliar. Lalu, kabupaten yang mendapat porsi terkecil yaitu Kabupaten Singkil sebesar Rp 200 juta. Sementara dari dokumen tersebut, hanya Kabupaten Aceh Barat yang dialokasikan anggaran yang besarannya sama yaitu Rp 90 juta setiap penerima.

Komentar

Loading...