Unduh Aplikasi

Kadinkes Aceh Bungkam Soal Hasil Swab Keluarga Irwandi Yusuf

Kadinkes Aceh Bungkam Soal Hasil Swab Keluarga Irwandi Yusuf
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh, dr Azharuddin yang dikonfirmasi AJNN terkait hasil tes PCR/SWAB keluarga Irwandi Yusuf pada Sabtu (8/8), mengaku tidak mengatuhui secara pasti karena data dari Unsyiah diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk tracing lanjutan.

Di hari yang sama AJNN kemudian menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif, untuk menanyakan data tersebut namun tidak direspon.

Hari ini, Minggu (9/8) AJNN kembali mengirim beberapa pertanyaan seputar data Covid kepada Hanif via WhatsApp, namun lagi-lagi tidak direspon.

Baca: BREAKING NEWS: 15 Diuji Swab Keluarga Irwandi, Dua Positif Corona, Bukan Covid-19

Sebelumnya, pada Sabtu (8/8), sekitar pukul 15.30 WIB, pesan Whatshap masuk ke CEO AJNN, Akhiruddin Mahjuddin. Orang yang mengirim pesan itu ingin menyampaikan rilis Darwati A Gani tentang Covid-19.

Baca: Simpang Siur Hasil Swab Keluarga Irwandi Yusuf

Dalam rilis itu ternyata menjelaskan kronologi bagaimana kemudian muncul kabar kalau keluarga mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang tinggal di Lamprit positif corona.

Darwati A Gani dalam rilis yang diterima AJNN mengungkapkan pada 3 Agustus 2020, Yuni Saputri dinyatakan positif terpapar new corona. Darwati, anak-anak, dan kerabat yang sering bersama termasuk supir dan satpol, semuanya berjumlah 15 orang pergi ke RSUDZA meminta uji corona dengan RT PCR. Spesimen diambil, dikirim ke alat RT PCR FK-Unsiyiah.

Tanggal 4 Agustus 2020, laboratorium mulai memproses 20 spesimen, 15 asal Lamprit, lima lagi dari orang lain. Lamprit menunggu hasil. Tanggal 5 Agustus 2020, Darwati mengaku mengirim pesan WhatshAp kepada Direktur RSUDZA, Azharuddin, menanyakan hasil PCR. Dimana jawaban Azharuddin adalah kalau Darwati positif, tapi pengujian belum selesai.

“Ibu positif. Tapi pengujian belum selesai,” kata Darwati mengulangi jawaban Azharuddin.

Darwati mengaku Irwandi Yusuf yang selalu ingin tahu perkembangan pun dengan meminjam telepon genggam seseorang di penjara menanyakan kepada Kadis Kesehatan Aceh tentang status Lamprit.

"Pak Kadis pun mengatakan laporan tertulis dari lap belum ada. Tapi petugas lab ada mengatakan kepada Pak Hanif bahwa semua keluarga Buk Darwati positif," ungkap Darwati.

Demikian juga ketika Irwandi menelpon Dirut RSUDZA, yang menjawab berdasarkan laporan telepon komunikasi antara petugas Lab RSUDZA dan petugas Lab FK Unsyiah, ada 16 dari 20 spesimen ditemukan positif. Tapi laporan tertulis belum ada.

"Merasa yakin dengan laporan lisan itu, Pak Irwandi mengontak admin akun FB nya untuk mengupdate status sebagai tanggung jawab moral kepada masyarakat Aceh, dalam menegakkan prinsipnya bahwa corona dapat menyerang siapa saja tanpa memandang status sosial karena virus itu memang tidak bisa melihat," jelas Darwati.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...