Unduh Aplikasi

Kadin Aceh Tolak Keputusan Firmandez Ganti Husaini Setiawan

Kadin Aceh Tolak Keputusan Firmandez Ganti Husaini Setiawan
Firmandez. Foto: firmandez.com

LHOKSEUMAWE - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Aceh, menolak penuh keputusan Firmandez melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Ketua Kadin Lhokseumawe, Husaini setiawan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Kadin Aceh, Muhammad Iqbal, Kamis (18/10).

“PAW Kadin Lhokseumawe dilakukan sepihak, Firmandez tidak pernah melaksanakan rapat pleno tentang persoalan yang ada di Kadin Lhokseumawe. Bahkan, kami sebagai pengurus tidak pernah dilibatkan dalam rapat PAW Husaini yang hingga saat ini masih sah sebagai ketua, untuk itu kami tolak keputusan tersebut,” tegas Muhammad Iqbal kepada AJNN.

Muhammad Iqbal menambahkan pihaknya tidak pernah diberi tahu tentang PAW ataupun surat pemecatan terhadap Husaini setiawan, Firmandez sendiri tidak pernah melakukan rapat pleno ataupun rapat harian tentang rencana PAW Ketua Kadin Lhokseumawe yang seharusnya masa jabatan berakhir pada tahun 2022 mendatang.

“Seharusnya hal seperti ini dibawa ke rapat pleno dulu. Jangan seperti ini tidak ada pemberitahuan apapun,” ungkapnya.

Baca: Musprov Kadin Aceh pada November Sudah Sesuai AD/ART

Muhammad Iqbal berharap, Firmandez agar dapat mengambil kebijakan dan keputusan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Kadin Indonesia.

“Kami sangat memohon kadin ini dijalankan sesuai acuan dan kebijakan yang ada. Dan kami sangat menyesali kejadian ini dan kami tolak keputusan PAW Husaini Setiawan oleh Firmandez,” ujarnya.

Secara terpisah, Husaini Setiawan mengatakan pihaknya juga menolak dan menunda Musyawarah Provinsi ke-7 Kadin Aceh yang direncanakan pada Desember 2018 mendatang. Karena dinilai Ketua Firmadez sudah melenceng dari AD/ART serta merekayasa Musyawarah Kabupaten (Mukab) di daerah-daerah sudah berlangsung terus.

“Kami juga berharap kepada Firmandez agar membuang sistem kepemimpinan Tirani (Kerajaan) yang hanya membesarkan perusahaan keluarga sendiri. Sementara perusahaan-perusahaan kecil lainnya juga membutuhkan itu. Intinya, lihatlah mereka-mereka yang seharusnya layak mendapatkan tersebut,” ujar Husaini Setiawan.

Komentar

Loading...