Unduh Aplikasi

Kadin Aceh Barat Bagikan Pengukur Suhu Tubuh kepada Masjid dan Pesantren

Kadin Aceh Barat Bagikan Pengukur Suhu Tubuh kepada Masjid dan Pesantren
Penyerahan Thermogun di Masjid Tamaddun, Drien Rampak. Foto: AJNN/Darmansyah

ACEH BARAT - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Aceh Barat bekerja sama dengan relawan Coronavirus Disease atau Covid-19 membagikan alat pengukur suhu tubuh atau thermometer infra red kepada sejumlah masjid dan dayah di kabupaten setempat.

Pemberian alat pengukur suhu tubuh kepada sejumlah masjid dan dayah tersebut diharapkan dapat membantu Badan Kemakmuran Masjid dalam mendeteksi suhu tubuh para jamaah yang hendak melaksanakan ibadah salat di masjid-masjid.

Selain dibagikan kepada sejumah masjid dan dayah, Kadin setempat juga memberikan thermogun kepada Posko Jurnalis Peliput Covid-19 yang berada Lr. Kuini, Jalan Nasional, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, juga Pasar Ikan Komplek Pasar Bina Usaha Meulaboh.

Ketua Kadin Aceh Barat, Teuku Ali Devi mengatakan dengan adanya alat pengukur tubuh di masjid maka paling tidak telah mampu menciptakan ibadah nyaman bagi jamaah yang melaksanakan ibadah salat.

“Dengan alat ini kita harapkan ibadah nyaman, lantaran BKM Masjid bisa melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap jamaah masjid,” kata Abi Devi—sapaan akrab Teuku Ali Devi--, kepada wartawan, Jumat, (3/4).

Dikatakannya, selama ini Covid-19 selama ini memang telah membawa kepanikan tersendiri kepada masyarakat, namun demikian tetap upayakan agar salat berjamaah tetap dapat berjalan dengan nyaman di masjid-masjid.

Adapun sejumlah masjid yang mendapatkan bantuan alat pengukur suhu tubuh tesebut yakni Masjid Nurul Arifin, Desa Lapang, Masjid Tamaddun, Desa Drien Rampak, Masjid Baitul Muqaddas, Desa Kuta Padang, Masjid An-nur Simpang Empat Rundeng, Desa Drien Rampak, Masjid Nurul Huda, Desa Kamung Belakang, serta pasa Bina Usaha dan Posko Jurnalis Peliput Covid-19.

“Selain itu juga kita serahkan ke Daya Serambi Aceh Abu Mahmuddin, yang ada di Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Kaway XVI,” sebut Abi Devi.

Dikatakan Abi Devi selain pemberian thermogun pihaknya juga berencana membagikan hand sanitazer kepada sejumlah masjid, namun lantaran bahan tersebut habis di pasaran sehingga ia akan membahas terkait cairan anti septik tersebut dengan Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh.

Nantinya, kata dia, ia akan mencoba menggandeng UTU Meulaboh untuk menciptakan diinfektan serta anti septik alami bagi masjid dan pasantren.

“Untuk anti septik kita rencana mau coba berikan, tapi habis di pasaran. Jadi kita coba bahas dengan UTU nanti karena katanya UTU mampu mebuatnya,” sebut dia.

Komentar

Loading...