Unduh Aplikasi

Kabur dari LP, Oknum Anggota DPRK Nagan Raya Berhasil Ditangkap

Kabur dari LP, Oknum Anggota DPRK Nagan Raya Berhasil Ditangkap
Seorang sipir sedang membuka borgol di tangan Syafriadi. Foto: Ist

ACEH BARAT - Syafriadi, oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Meulaboh, dua bulan lalu berhasil diciduk kembali oleh petugas sipir dengan dibantu pihak Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya.

SY merupakan anggota DPRK Nagan Raya yang dihukum lima bulan kurungan dalam kasus poligami setelah terbitnya Putusan Mahkamah Agung Nomor 95/PID / 2016/PT-BNA. Ia dieksekusi tim Kejari Suka Makmue ke Lapas Kelas II B Meulaboh, Selasa, 8 Agustus 2017, setelah perkaranya dinyatakan berkekuatan hukum tetap.

Kepala Lapas Kelas II B Meulaboh, Sapto Winarno, mengatakan Syafriadi diciduk oleh petugas sipir dan kepolisian, Selasa (3/10) siang, sekitar pukul 13.30 WIB. Ia ditangkap saat berada di Gedung DPRK Nagan Raya.

"Saya tidak tahu kenapa Syafriadi berada di DPRK Nagan. Syafriadi kami tangkap setelah mendapat laporan dari warga,” jelasnya.

Ia menjelaskan penangkapan berawal ketika petugas sipir mendapatkan informasi keberadaan Syafriadi di Nagan Raya. Berbekal informasi itu, tiga petugas sipir langsung bergerak ke Nagan Raya untuk memastikan apakah itu Syafriadiv atau bukan.

"Setelah memastikan jika orang yang dilaporkan tersebut merupakan Syafriadi, petugas meminta bantu kepada Polres setempat untuk menangkap Syafriadi," ujarnya.

Usai diamankan, Syafriadi langsung digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Blangpidie. Pemindahan Syafriadi ke Blangpidie berdasarkan perintah dari Kantor Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Aceh.

“Disana kami tidak tahu apakah Syafriadi dimasukkan ke sel dingin atau tidak karena itu sudah menjadi tanggug jawab Rutan Blangpidie,” ujarnya.

Menurutnya, Syafriadi kabur dari lapas itu pada Jumat (11/8), lalu diduga dibantu oleh salah satu oknum sipir berinisial SA ke Nagan Raya dengan alasan hendak menjenguk anaknya yang sakit.

"Tapi sampai di Nagan Raya Syafriadi langsung kabur. Kaburnya Syafriadi karena ada kesalahan oknum yang memberikan izin Syafriadi ke Nagan Raya secara unprosedural sehingga Syafriadi berhasil kabur. SA sedang menjalankan pemeriksaan di kantor wilayah, sanksinya tergantung kantor wilayah," ungkapnya.

Komentar

Loading...