Unduh Aplikasi

Kabag Humas Pastikan Surat Dugaan Komitmen Fee Proyek Fitnah

Kabag Humas Pastikan Surat Dugaan Komitmen Fee Proyek Fitnah
Bupati Bener Meriah, Sarkawi. Foto: For AJNN

BENER MERIAH - Kabag Humas Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Bener Meriah, Ruslan Ramadhan, menyebut isu yang beredar tentang pemungutan komitmen fee sejumlah proyek tahun 2021 oleh Bupati Bener Meriah adalah fitnah yang menjelekkan bupati dan wakil bupati.

"Hal itu adalah fitnah untuk menjelekkan bupati dan wakil bupati oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sebab tidak jelas siapa yang membuat surat selembaran tersebut," ujar Ruslan.

Sebelumnya, AJNN sudah menghubungi Tgk Sarkawi, untuk mengkonfirmasi masalah itu. Namun orang nomor satu di Bener Meriah itu mengaku sedang berada di Jakarta.

"Saat ini kami sedang di Jakarta, ada acara dengan Kemendagri terkait Damkar," ujar Sarkawi via pesan WA.

Ia meminta untuk berkoordinasi dengan Kabag Humas Bener Meriah yang sekarang sudah berubah nama menjadi bagian protokol dan komunikasi pimpinan, terkait permasalahan yang sedang viral ini.

"Boleh ke Kabag Humas ya, karena beliau yang lebih paham kondisi saat ini disana," ungkap Sarkawi.

Ruslan menjelaskan Pemkab Bener Meriah menginginkan siapapun yang melakukan perbuatan tersebut bisa ditindak secara hukum.

"Untuk sementara pihak kita ingin siapapun yang melakukan ini bisa ditindak sesuai hukum, karena hal ini merupakan pencemaran nama baik bagi bupati dan wakil bupati serta umumnya bagi pemerintah daerah kabupaten Bener Meriah," ungkap Ruslan.

Saat ditanyai apakah ada pesan-pesan khusus dari Bupati Sarkawi terkait permasalahan ini. Ia mengungkapkan isu ini sangat merugikan dan telah mengganggu ketentraman serta membuat keresahan di tengah-tengah bulan Ramadan. 

"Isu ini juga dibuat seolah-olah benar, sehingga menyudutkan bupati dan wakil bupati. Kami juga yakin masyarakat bisa cerdas dalam menanggapi hal ini, sebab hal itu murni fitnah yang sangat merugikan dan bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu," ujar Ruslan.

Baca: Ramai-ramai Bantah Surat Dugaan Komitmen Fee Proyek di Bener Meriah

Ruslan juga menduga ada kesan mengadu domba yang ditujukan antara bupati dan wakil bupati. Karena selang satu hari ada selembaran yang tertuju kepada wakil bupati, sedangkan bupati dan wakilnya sedang serius bekerja membangun daerah.

Untuk langkah hukum terkait surat itu, Ruslan menjelaskan pihaknya masih mengumpulkan informasi dan merumuskan upaya kedepannya.

"Pihak kita dari Pemkab masih mengumpulkan informasi dan merumuskan apa upaya kedepannya terkait fitnah ini. Sebab kejadian ini sangat merugikan bupati dan wakil bupati," ungkap Ruslan.

Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali karena bisa membuat keresahan di tengah-tengah masyarakat.

"Pihak pemkab berharap hal seperti ini tidak terulang kembali, karena isu ini bisa membuat keresahan di tengah masyarakat, lebih-lebih di situasi Ramadan seperti ini. Masyarakat juga jangan terpengaruh terhadap isu hoax ini sebab tidak dapat dibuktikan kebenarannya dan ini murni fitnah," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan pemkab mendukung Polres maupun instansi berwenang lainnya untuk mendalami kasus ini.

"Terakhir terkait penyebutan kronologi ada yang membawa ransel (berisi uang) di BRI itu memang tidak benar dan bisa dibuktikan, sebab di kantor BRI tersebut ada CCTV. Ini benar-benar murni fitnah yang mendeskreditkan bupati dan wakil bupati. Kita juga mendukung Polres maupun instansi yang berwenang agar mendalami kasus ini," tutup Ruslan.

HUT Pijay

Komentar

Loading...