Unduh Aplikasi

Jurus Kejari Menjerat Damkar

Jurus Kejari Menjerat Damkar
KEJAKSAAN Negeri Banda Aceh menetapkan 10 tersangka yang diduga terlibat dalam kasus penggelembungan harga truk pemadam kebakaran. Mereka adalah penikmat uang haram Rp 17,5 miliar yang dikucurkan untuk membeli truk seharga hanya sekitar Rp 2,4 miliar.

Anggaran ini berasal dari dana otonomi khusus yang dialokasikan di Badan Penanggulangan Bencana Aceh pada 2014. Tak lama setelah diserahkan oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah kepada Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, aroma korupsi menguap. Para pegiat antikorupsi di Aceh bersuara, meminta pengadaan mobil yang digadang-gadang paling canggih ini ditelisik.

Hanya dengan melihat fisik kendaraan bermerek Volvo itu saja, dapat dilihat harga Rp 17,5 tak pantas dilabelkan untuk kendaraan buatan perusahaan lokal yang beroperasi di kawasan Banten itu. Alih-alih membeli kendaraan build up, kendaraan itu dirakit dengan menggunakan komponen lokal.

Adalah Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh Husni Thamrin yang merasa gelisah. Sebagai seorang penegak hukum, dia tentu tak ingin melihat para koruptor mempemainkan publik dan memakan uang Negara sesuka hati. Pemanggilan para tersangka ini dilakukan sejak awal tahun lalu. Mulai dari bekas kepada Badan hingga pejabat dan orang-orang yang diduga mengatur permainan proyek ini.

Perkembangan kasus ini terus menunjukkan titik terang. Namun kejaksaan tak bisa bergerak lebih jauh tanpa dokumen penghitungan kerugian Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Aceh. Namun sayang, BPKP seperti enggan menindaklanjuti permintaan kejaksaan. Saat itu mereka berkilah tidak memiliki sumber daya memadai untuk menghitung potensi kerugian.

Namun Husni dan jajarannya bukan model pecundang yang mudah patah arang. Tak ada BPKP, KPK pun jadi. Husni lantas menyurati Komisi Pemberantasan Korupsi dan meminta lembaga antirasuah ini menghitung kerugian negara. Mereka juga meminta KPK melakukan supervisi untuk melawan gurita korupsi ini.

Keputusan Husni tepat. Tak lama berselang, kejaksaan menetapkan nama-nama para tersangka. Ini adalah sebuah prestasi yang harus diapresiasi. Keseriusan kejaksaan dan keberanian lembaga ini berpikir dan bertindak di luar pakem yang biasa dilakukan merupakan sebuah kebutuhan. Karena korupsi bukan kejahatan biasa, maka perlu orang-orang luar biasa untuk mengambil langkah di luar kebiasaan. Salut buat kejaksaan negeri.

Komentar

Loading...