Unduh Aplikasi

Juni 2019 Nilai Ekspor Aceh Turun 46,41 Persen, Impor Naik 1.466 Persen

Juni 2019 Nilai Ekspor Aceh Turun 46,41 Persen, Impor Naik 1.466 Persen
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, mencatat nilai ekspor barang asal Aceh mengalami penurunan sebesar 22,3 juta USD atau setara 46,41 persen pada Juni 2019.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Wahyuddin menerangkan bahwa pada Juni 2019, Provinsi Aceh melakukan ekspor komoditi Migas, berupa Other of diesel fuel, fuel oils (bahan bakar diesel lainnya, bahan bakar minyak) sebesar 16 USD.

"Sedangkan komoditi non migas sebesar 22,3 juta USD," ujar Wahyuddin kepada awak media di Aula Kantor BPS Aceh, Kamis (1/8).

Lanjut Wahyuddin, ekspor komoditi non migas asal Aceh pada Juni 2019, mengalami penurunan sebesar 46,41 persen jika dibandingkan Mei 2019 dengan total nilai ekspor sebesar 41,7 juta USD.

Kelompok komoditi non migas terbesar yang diekspor pada bulan Juni 2019 dari kelompok kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral (berupa batu bara) sebesar 10,8 juta USD, diikuti kelompok komoditi kopi, teh, rempah-rempah yaitu sebesar 9,2 juta USD dengan komoditi utamanya adalah coffee arabica wib or robusta oib, not roasted, not decaffeinated.

Ekspor komoditi non migas terbesar asal Provinsi Aceh selama bulan Juni 2019 ditujukan ke negara India yaitu sebesar 10.435.593 USD dengan komoditas utama berupa coal, whether or not pulverised, but not agglomerated, other coal (batubara yang dilumasi maupun tidak tapi tidak diaglomerasi, batubara lainnya)

"Negara tujuan ekspor kedua terbesar yaitu Amerika Serikat. Komoditi utama yang dieskpor berupa kopi jenis arabica dengan nilai ekspor sebesar 6,2 juta USD," katanya.

Kemudian, sebut Wahyuddin, pada Juni 2019 dari total 22,3 juta USD nilai ekspor komiditi asal Aceh itu, setengahnya masih dilakukan melalui pelabuhan diluar Provinsi Aceh, seperti Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

Komoditi yang dieskpor melalui pelabuhan di Provinsi Aceh sebesar 10,9 juta USD. Sisanya sebesar 11,4 USD dilakukan dari pelabuhan yang berada di luar Aceh. Terbanyak komoditi asal Aceh yang diekspor ke luar negeri, dilakukan melalui Sumatera Utara dengan nilai ekspor 11,4 juta USD.

Sementara itu, nilai impor Provinsi Aceh pada Juni 2019, mengalami peningkatan sebesar 1.466 persen jika dibandingkan Mei 2019. Nilai impor yang dilakukan Juni sebesar 38,4 juta USD, sedangkan Mei nilainya sebesar 2,4 juta USD.

Provinsi Aceh melakukan impor komoditas migas pada bulan Juni 2019 yaitu sebesar 1,2 juta USD (share sebesar 12 persen dari total impor) dengan komoditas petruleum bitumen (minyak aspal), dan impor komoditi non migas sebesar 37,1 juta USD (share sebesar 88 persen).

Impor komoditi non migas yang paling besar adalah kelompok komoditi mesin atau peralatan listrik, dengan nilai impor sebesar 32,7 juta USD atau sebesar 80,29 persen dari total nilai impor non migas.

Adapun jenis komoditi utamanya yaitu Generating sets (gasoline engines) of an output >= 12.5 MW (Mesin Genset berkapasitas 12,5 MW) bernilai 30,9 juta USD.

Kemudian untuk impor kelompok komoditi mesin atau pesawat mekanik sebesar 2,8 juta USD, kelompok komoditi benda-benda dari besi dan baja sebesar 1,5 juta USD, dan terakhir untuk kelompok komoditi garam, belerang dan kapur dengan nilai ekspor 6 ribu USD.

"Total nilai impor Aceh pada Juni 2019 tercatat sebesar 38,4 juta USD. Nilai ini mengalami peningkatan sebesar 1.466,42 persen dibandingkan bulan Mei 2019," tutupnya.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...