Unduh Aplikasi

Jumlah Penderita Gizi Buruk di Aceh Barat Tahun Ini Meningkat

Jumlah Penderita Gizi Buruk di Aceh Barat Tahun Ini Meningkat

ACEH BARAT - Jumlah penderita gizi buruk di Aceh Barat tahun ini meningkat dibandi 2015 lalu

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, dr Cut Briz Santi menyebutkan, jumlah gizi buruk di Aceh Barat sepanjang 2016 sebanyak 16 kasus, sementara tahun 2015 hanya 14 kasus

Meski demikian untuk trennya dibandingkan dengan tahun 2013 dan 2014 terjadi penurunan yang signifikan, dimana tahun 2013 angka gizi buruk mencapai 32 kasus dan tahun 2014 tercatat 19 kasus.

“Dengan jumlah 16 kasus ya tinggi, ditemukan satu kasus saja sudah masuk kasus luar Biasa apalagi 16 kasus,” kata Santi.

Menurutnya gizi buruk yang terjadi di kabupaten tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantanya faktor sosial ekonomi keluarga yang masih lemah atau miskin, faktor pola asuh seperti pemberian makanan pendamping bagi bayi seperti pisang nasi yang baru berusia selama enam bulan, pemberian makanan pendamping seperti itu menurutnya terlalu cepat.

“Untuk usia 0 sampai 6 bulan harusnya jangan diberi makanan pendamping namun ia harus rutin diberi ASI eklusif, sehingga gizinya berkecukupan,” ujarnya.

Penyebab lainnya, kata dia, juga dipengaruhi oleh asupan gizi yang dikonsumsi oleh ibu hamil

Di Aceh Barat, kata dia, juga ditemukan balita penderita gizi buruk dari kalangan keluarga dengan ekonomi menengah. Hal ini biasanya, terjadi akibat tidak adanya pola asuh yang baik dalam pemberian makanan tambahan.

Jumlah kasus gizi buruk yang terjadi di Aceh Barat, kata dia, terjadi hampir merata di seluruh Aceh Barat mulai dari daerah pedalaman hingga pusat perkotaan seperti Johan Pahlawan dan Meureubo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Zafrial Luthfi menambahkan masih tingginya angka gizi buruk bukan hanya dipengaruhi faktor ekonomi dan pola asuh, namun juga disebabkan oleh kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus tersebut masih rendah.

“Kalau petugas kita di lapangan baik bidan maupun kader posyandu sudah bekerja maksimal, makanya kita bisa terus mendeteksi penderita gizi buruk. Dan begitu kita temukan kasusnya langsung kita intervensi dengan memberikan makanan tambahan,” ungkapnya.

Komentar

Loading...