Unduh Aplikasi

Jubir PA: Jangan Kaitkan Temuan Bom dengan Partai Aceh

Jubir PA: Jangan Kaitkan Temuan Bom dengan Partai Aceh
Lokasi penemuan benda diduga bom. Foto: AJNN/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh (DPA-PA) angkat bicara terkait temuan benda mirip bom dan bendera Bulan Bintang di jembatan Fly Over Banda Aceh, Minggu (21/6).

Juru Bicara DPA Partai Aceh, Muhammad Saleh mengatakan, terkait peristiwa ditemukannya bendera Bulan Bintang di lokasi penemuan benda mirip bom di fly over Simpang Surabaya Banda Aceh bukan lah hal yang luar biasa.

Baca: Bendera Bulan Bintang Tergantung Pada Benda Mirip Bom yang Ditemukan di Fly Over  

Menurutnya, kejadian tersebut bukanlah sesuatu hal yang luar biasa, bisa saja dilakukan oleh oknum tertentu dengan maksud dan tujuan untuk menyudutkan Partai Aceh maupun Komite Peralihan Aceh (KPA).

"Karena itu, jangan kemudian, dikait-kaitkan dengan Partai Aceh," kata Muhammad Saleh dalam keterangannya, Minggu (21/6).

Terkait kasus bom rakitan itu, DPA Partai Aceh meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas peristiwa ini. Salah satunya, dengan membuka sejumlah CCTV yang ada di sekitar TKP, sehingga kasus ini menjadi terang menderang.

Saleh menegaskan, Partai Aceh tidak memiliki kepentingan apapun dengan kejadian tersebut. Sebab, mulai dari pimpinan hingga jajarannya terkecil di gampong atau desa, Partai Aceh tetap komit menjaga dan merawat  perdamaian abadi di Aceh.

"DPA Partai Aceh mengutuk keras tindakan oknum tertentu yang sengaja merusak perdamaian abadi di Aceh, untuk tujuan dan maksud tertentu, siapa pun pelakunya," ucap Saleh.

M Saleh menyampaikan, peristiwa itu diibaratkan seperti film lama yang selalu diputar-putar kembali. Terutama menjelang peringatan 15 tahun MoU Helnsinki, tanggal 15 Agustus 2020 mendatang maupun Pilkada 2022. Tapi yakinlah, rakyat Aceh sesungguhnya sudah sangat paham dengan permainan oknum tertentu.

Kata Saleh, pengalaman konflik Aceh selama 30-an lebih dan kemudian terciptanya perdamaian antara GAM-Pemerintah Indonesia, 15 Agustus 2020 di Helsinki, Finlandia. Secara psikologis dan historis, telah membuat berbagai elemen rakyat Aceh sangat dewasa dalam memahami dan memaknai kondisi yang terjadi saat ini.

"Karena itu, adanya berbagai aksi propaganda dan kontra produktif terhadap kondisi Aceh damai saat ini, yang secara khusus diarahkan kepada PA dan KPA, justru akan semakin membuka mata rakyat Aceh terhadap berbagai anasir yang ingin merusak damai abadi di Aceh," ujarnya.

Saleh melihat, peristiwa itu memiliki indikasi perbuatan oknum tertentu sebagai pengalihan isu terhadap berbagai masalah kemiskinan dan pengangguran yang terjadi di Aceh.

Termasuk transparansi pengunaan dana Covid-19 di Aceh serta berbagai kasus yang berindikasi praktik korupsi, yang saat ini menjadi konsentrasi dari aparat penegak hukum di jajaran Polda Aceh, Kejaksaan Tinggi Aceh hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Itu sebabnya, DPA Partai Aceh menyatakan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum untuk mengusutnya secara tuntas," tutur Saleh.  

Komentar

Loading...