Unduh Aplikasi

KASUS PEMERKOSAAN DI ACEH UTARA

Juanda Kembali Ditangkap, Kuasa Hukum Ajukan Prapid ke Mahkamah Syariah

Juanda Kembali Ditangkap, Kuasa Hukum Ajukan Prapid ke Mahkamah Syariah
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Kuasa Hukum Juanda (25), warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara yang terlibat kasus pemerkosa anak di bawah umur mengajukan Prapid ke Mahkamah Syariah Aceh Utara.

Alasan pengajuan Prapid tersebut disebabkan karena keberatan atas ditangkap kembali kliennya usai semenit bebas dari Lapas Kelas II B Lhoksukon pada 4 Oktober 2019 lalu.

“Kita sudah mengajukan Prapid pada 7 Oktober 2019, namun persidangannya baru berjalan hari ini di Mahkamah Syariah Aceh Utara,” kata Herliana saat dihubungi AJNN, Selasa (15/10).

Baca: Baru Semenit Bebas, Pemerkosa Anak Dibawah Umur di Aceh Utara kembali Ditangkap

Sambungnya, menurutnya poin penting dalam Prapid tersebut ada 15 item. Diantaranya, tentang sah atau tidaknya penangkapan yang dilakukan pada 4 Oktober 2019 lalu.

“Saya selaku kuasa hukumnya keberatan, karena menurutnya saya tidak ada korelasi putusan sela bebas, demi hukum dilakukannya penangkapan baru,” ujarnya.

Jelasnya lagi, dalam permohonan Prapid itu pihaknya menuntut termohon satu Jaksa Penuntut Umum dan termohon dua dalam hal ini PPA. Pihaknya juga meminta putusan sela yang dibacakan di PN Lhoksukon pada 3 Oktober 2019 disahkan secara hukum.

“Kemudian dalam Prapid itu kita juga memohon menghukum penuntut umum karena melakukan kesalahan penerapan hukum. Kita minta Hakim Mahkamah Syariah supaya menyatakan surat penangkapan pada 4 Oktober lalu tidak berkekuatan hukum,” imbuhnya.

Dikabarkan sebelumnya, Juanda (25), warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara kembali ditangkap jajaran Polres Aceh Utara, Jumat (4/10) Pemuda yang dipenjara karena sebelumnya terlibat kasus pemerkosaan anak di bawah umur ditangkap semenit setelah dibebaskan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lhoksukon.

Menurut informasi yang dihimpun AJNN, Kuasa Hukum Juanda, Herliana sempat menyatakan keberatan pada eksepsinya jika kliennya dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, terutama karena Aceh memberlakukan qanun tentang hukum jinayat.

Selain itu, berdasarkan putusan sela, Pengadilan Negeri Lhoksukon tidak berwewenang mengadili perkara tersebut, oleh sebab itu Jaksa Penuntut Umum, melimpahkan kembali perkara tersebut ke Mahkamah Syariah. Selain itu, hakim juga memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan.

Namun JPU sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangkapnya kembali, usai dibebaskan oleh pihak Lapas Kelas II B, guna untuk menjalankan hukum jinayat yang peradilannya akan dilaksanakan di Mahkamah Syariah Lhoksukon.

“Iya kembali ditangkap semenit setelah dieksekusi bebas demi hukum,” kata Kuasa Hukum Juanda, Herliana saat dikonfirmasi AJNN.

 

Komentar

Loading...