Unduh Aplikasi

Jual Sabu di Lapas Langsa, Seorang Narapidana Diringkus Polisi

Jual Sabu di Lapas Langsa, Seorang Narapidana Diringkus Polisi
Waka Polres Langsa (tengah) didampingi Kalapas Klas II B Langsa memperlihatkan barang bukti sabu yang diamankan dari tersangka. Foto : For AJNN.

LANGSA - Seorang narapidana Lapas Klas II B Langsa Dedi Satria (35) diamankan personil Sat Resnarkoba Polres setempat karena ketahuan menjual narkotika jenis sabu di dalam Lapas.

Waka Polres Langsa Kompol Muhammad Dahlan didampingi Kasat Narkoba Iptu Imam Azis Rachman dan Kalapas Klas II B Heri dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Senin (5/4/2021) mengatakan, narapidana asal Gampong Jawa Belakang, Kota Langsa tersebut diamankan pada Kamis 1 April 2021 lalu.

Dikatakan Kompol Dahlan, peredaran narkotika jenis sabu di Lapas Klas II B itu terungkap saat dua petugas Lapas yakni T. Dermawan dan Irwan Syahputra melakukan razia rutin di kamar hunian para napi.

"Saat diperiksa di kamar nomor 19 yang dihuni oleh Dedi Satria ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 79 paket yang dibungkus dengan kemasan kecil. Jumlah totalnya 148,30 gram," kata M. Dahlan.

Usai menemukan barang haram tersebut, kata Dahlan, petugas Lapas kemudian menghubungi anggota unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Langsa yang selanjutnya tersangka beserta barang bukti diserahkan ke Polres Langsa guna diproses hukum lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Dahlan, narapidana Dedi Satria mengaku sabu-sabu tersebut dibeli dari salah seorang temannya berinisial B (DPO) seharga Rp 45 juta.

"Barang haram tersebut rencananya dijual kepada sesama napi di Lapas. Dedi Satria sendiri berstatus narapidana kasus narkotika," sebut Dahlan.

Selain 79 paket sabu siap edar, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa satu bungkus plastik klip yang berisikan plastik tembus pandang, tiga kaca pirek, satu unit timbangan digital, satu gunting, dua unit handphone dan uang tunai Rp. 250.000.

"Atas perbuatanya pelaku dikenakan Pasal 112 ayat (2) Subs Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana 
penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun," ungkap Dahlan.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...