Unduh Aplikasi

JPU Sampaikan Jawaban dari Pledoi Kuasa Hukum Oknum Pimpinan Dayah dan Guru Pesantren AN

JPU Sampaikan Jawaban dari Pledoi Kuasa Hukum Oknum Pimpinan Dayah dan Guru Pesantren AN
Petugas mengiring terdakwa di Kantor Mahkamah Syariah Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Sidang perkara pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pimpinan dayah AI (45) dan MY (26) terhadap 15 santri pesantren AN salah satu dayah ternama di Lhokseumawe terus berlangsung di Kantor Mahkamah Syariah setempat.

Sidang yang dilaksanakan secara tertutup itu, sudah memasuki tahab pemberian jawaban atas pledoi yang disampaikan oleh kuasa hukum kedua terdakwa, Selasa (14/12).

Pantauan AJNN, kedua terdakwa disidangkan secara terpisah. Karena keduanya dijerat dengan pasal dan hukuman yang berbeda.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fakhrillah mengatakan, hari ini pihaknya menyampaikan jawaban tentang nota pembelaan (pledoi) yang disampaikan oleh penasehat hukum maupun terdakwa pada pekan lalu.

Baca: Sampaikan Pledoi, Kuasa Hukum Minta Pimpinan Dayah dan Guru Pesantren AN Dibebaskan

“Kami sudah memberikan jawaban atas semua bantahan kuasa hukum. Diantaranya dakwaan primer yang mereka sebutkan tidak terbukti karena tidak memiliki alat bukti,” kata Fakhrillah.

Dikatakan Fakhri, pihaknya sudah memberikan jawabab bahwa semua unsur dakwaan primer melanggar pasal 50 qanun nomor 6 tahun 2014. Telah terbukti dengan alat bukti yang dihadirkan di persidangan.

Yakni, berupa keterangan saksi, alat bukti elektronim dan kesesuaian fakta yang disampaikan oleh saksi, dimana fakta itu benar telah terhadi jarimah pelecehan seksual yang dilakukan oleh terdakwa.

“Tanggal 30 Januari 2020 kami akan mendengarkan putusan, dari hasil musyawarah Majelis Hakim,” tuturnya.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...