Unduh Aplikasi

Joni, oh...Joni

Joni, oh...Joni
Ilustrasi: David Hohn

JONI hanya sebuah nama, sama seperti nama-nama lainnya. Di setiap pemberian nama, tentu disertai dengan doa dari orang tua, wali, atau tengku dan ustaz dengan harapan nama ini membawa kebaikan bagi bayi yang ditabalkan. Karena di setiap kelahiran, tentu terselip keinginan agar si anak menjadi anak saleh yang berguna bagi umat manusia.

Namun hal ini tidak berlaku bagi Joni yang satu ini. Dengan lagak, Joni mendatangi Zaini Abdullah yang tengah menikmati makan malam dengan rombongan di sebuah warung nasi di Pantonlabu, Aceh Utara. Dengan congkak, dia melontarkan kata-kata tak pantas dan meminta rombongan Zaini meninggalkan Pantonlabu. Alasannya: ini adalah daerah kekuasaan Joni. Dan dia tidak sedang mendukung Zaini di Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017.

Mendatangi Zaini dan mencerca orang nomor satu di Aceh itu dengan kata-kata kasar adalah sebuah kesalahan berpikir yang fatal. Ini menunjukkan Joni tidak memahami arti hidup dan berkehidupan sosial. Dia hanya mengumbar nafsu dan kebencian. Apalagi ketidaksukaan itu muncul hanya karena perbedaan pandangan politik. Sungguh ini sebuah pandangan yang naif.

Aceh sedang dalam proses belajar berdemokrasi dan hidup secara normal, seperti di daerah-daerah aman dan damai lainnya. Namun masih saja ada orang-orang seperti Joni yang merasa sok jagoan. Petentengan dan sibuk sendiri. Memilih memutuskan perkara dengan kepalan tinju ketimbang mencari solusi dari perselisihan untuk menemukan jalan baru yang dapat mengakomodir semua kepentingan.

Mengubah sikap tentu bukan urusan gampang. Ini bukan urusan waktu. Ini adalah urusan kemauan. Bagi beberapa orang di Aceh, hidup dengan gaya preman dianggap keren--senang melihat orang susah, susah melihat orang senang--meski sebagian besar masyarakat menganggapnya kueh. Mungkin saja mereka memahami bahwa sebenarnya gaya itu sudah ketinggalan zaman. Namun karena takut dianggap lemah, sikap seperti ini terus menerus dipertahankan.

Namun Zaini bukan politikus kemarin sore. Joni mungkin saja menganggap dirinya berhasil menjalankan “tugas”, namun sebenarnya Joni tengah mempermalukan diri sendiri. Zaini yang menikmati makan malamnya tak merespons karena dia tahu bahwa Joni tidak tahu apa yang sedang dilakukannya.

Ada empat tipe manusia: manusia yang tahu dan dia tahu bahwa dia tahu. Manusia yang tahu dan dia tidak tahu bahwa dia tahu. Manusia yang tidak tahu tapi dia tahu bahwa dia tidak tahu. Dan terakhir: manusia yang tidak tahu tapi dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu. Anda pasti bisa mengategorikan Joni di kelompok mana.

Komentar

Loading...