Unduh Aplikasi

Jokowi: Tak Rasa Takut Dalam Diri Saya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan masyarakat Indonesia di Washington DC, Amerika Serikat pada Minggu (25/10/2015) waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Presiden memaparkan sejumlah perubahan yang dilakukannya dalam membangun perekonomian Indonesia.

Salah satunya adalah menekan impor. Jokowi mengungkapkan, perekonomian Indonesia selama ini ditopang dari hal-hal konsumtif, termasuk ketergantungan pada impor mulai dari beras, jagung, kedelai, gula, dan daging. Oleh karena itu, kata Jokowi, pemerintah berusaha menekan impor tersebut meski mendapatkan tekanan.

"Tidak ada rasa takut dalam diri saya," ujar dia, seperti pernyataan tertulis yang disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Senin (26/10/2015).

Menurut Jokowi, pola konsumtif harus dialihkan ke investasi, pembangunan infrastruktur, dan menjaga kedaulatan pangan. Selain menekan impor, hal yang dilakukan adalah mengalihkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke sektor produktif.

"Setiap memutuskan apapun ada tantangannya. Tapi, jalan yang benar yang harus kita lalui," ujar Presiden. 

Jokowi juga memaparkan upaya memproteksi kekayaan laut Indonesia dengan menenggelamkan kapal. Dia menyebutkan, hingga kini sudah ada 113 kapal yang ditenggelamkan karena melakukanillegal fishing

Awalnya, kata Jokowi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sudi Pudjiastuti masih ragu untuk menerapkan kebijakan penenggelaman kapal. Pasalnya, para pelaku illegal fishing itu disokong oleh pengusaha besar. Namun, Jokowi meyakinkan Susi agar tak ragu. 

"Backing-mu Presiden. Baru ditenggelamkan," katanya. 

Jokowi juga menyampaikan kebijakan pemerintah dalam melakukan eksekusi mati terhadap terpidana narkoba dan membubarkan Petral.

Kehadiran Presiden dan Ibu Negara Iriana mendapatkan sambutan hangat ketika tiba di Wisma Tilden. Tidak kurang 1250 orang yang menyambut kedatangan Presiden beserta rombongan.

KOMPAS

Komentar

Loading...