Unduh Aplikasi

JMSI Aceh: Gelar Perkara Dedi Iskandar akan Digelar di Mapolda Aceh

JMSI Aceh: Gelar Perkara Dedi Iskandar akan Digelar di Mapolda Aceh
Plt Ketua JMSI Aceh, Hendro Saky, dan Direktur AJNN, Akhiruddin Mahjuddin. Foto: Ist

BANDA ACEH - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh, Hendro Saky, mengatakan Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, sudah merespon terkait penetapan status tersangka terhadap Dedi Iskandar, wartawan LKBN Antara, korban penganiayaan oleh beberapa oknum di Meulaboh beberapa waktu lalu.

Ia menilai penetapan tersangka terhadap Dedi sangat janggal. Sebab, Dedi merupakan korban penganiayaan. Lalu ditetapkan sebagai tersangka, atas laporan yang dibuat oleh salah seorang yang ikut serta, dalam kelompok yang melakukan penganiayaan terhadap Dedi.

Menurut Hendro, Kapolda menyatakan bahwa penanganan kasus tersebut akan dilakukan sebagaimana mekanisme yang berlaku. Bahkan sebutnya lagi, Irjen Pol Wahyu Widada sudah memerintahkan kepada bawahannya untuk melakukan gelar perkara di Mapolda Aceh.

"Kapolda mengatakan kasus ini akan ditangani sesuai aturan. Bahkan gelar perkaranya akan dilakukan di Mapolda Aceh," kata Hendro Saky didampingi Plt Sekretaris JMSI, Akhiruddin Mahjuddin kepada awak media, Sabtu (22/2).

Baca: JMSI Aceh Minta Polda Aceh Cabut Status Tersangka Dedi Iskandar

Dikatakannya, Ia bersama JMSI memberikan perhatian khusus terkait penanganan kasus, yang dapat dikategorikan kedalam kekerasan pers tersebut. Berkaitan dengan pernyataan itu, ia bahkan sudah meminta kepada Kapolda Aceh untuk mencabut status tersangka terhadap Dedi.

Permintaan itu sangat beralasan, sebab saat lepas sambut Kapolda Aceh beberapa hari yang lalu, Irjen Pol Wahyu Widada, secara tegas menyatakan komitmennya terhadap kekebebasan pers, dan mendorong setiap tindakan premanisme dapat menggunakan UU Pers dalam proses penyelesaiannya.

Hendro mengapresiasi langkah yang dilakukan Kapolda Aceh, artinya sikap yang ditunjukan Kapolda sesuai dengan komitmen yang sebelumnya pernah diutarakan. Oleh karena itu, Hendro berharap agar kasus ini dapat ditangani dan diselesaikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kami tentu mengapresiasi langkah yang diambil Kapolda. Harapannya tentu kasus ini dapat segera tuntas," sebutnya.

Selain itu, ia juga mempertanyakan kredibilitas Polres Aceh Barat dalam menetapkan Dedi sebagai tersangka, karena penganiayaan yang dilakukan terhadap korban, diduga kuat ada kaitannya dengan pernyataan Dedi selaku Ketua PWI Aceh Barat, terkait intimidasi yang dialami wartawan modus.co dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Komentar

Loading...