Unduh Aplikasi

Jerat Lembek Minuman Keras

Jerat Lembek Minuman Keras
Ilustrasi: maxpixels

SEORANG penjual minuman keras menyampaikan pesannya secara jelas. Di sela-sela acara yang “mempertontonkan” dirinya setelah ditangkap oleh Kepolisian Resor Aceh Tengah, si pelaku meminta agar para penegak hukum tidak tebang pilih saat dalam memberantas minuman keras (khamar) di Aceh.

Inisal pria itu adalah AP. Dalam konferensi pers kemarin, dia mengungkapkan banyak orang yang melakukan pelanggaran sama seperti dirinya. Ia ditangkap oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh Tengah di Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

Dari tangan AP, aparat menyita sejumlah minuman keras kelas berkelas. Dia mengaku minuman keras itu hanya untuk konsumsi pribadi. Tidak diperjualbelikan.

Di Aceh, minuman keras adalah barang terlarang. Pasal dalam Qanun Jinayah Aceh mengacam pemilik dan peminum minumam keras dengan hukuman cambuk. Aturan ini juga berlaku bagi mereka yang bukan muslim. Mereka dapat memilih hukuman, dicambuk atau dipenjara, jika terbukti bersalah.

Meski dilarang, bukan berarti tak ada minuman keras di Aceh. Kasus di atas adalah salah satu bukti. Sejumlah hotel, kafe dan warung kopi di Aceh juga disinyalir menjual minuman keras secara sirri.

Ini membuktikan bahwa tersedia ceruk pasar menggiurkan untuk diisi oleh para pedagang minuman keras. Namun karena aturan, pengedar harus pandai main kucing-kucingan dengan aparat.

Tak jarang para polisi syariat itu diintimidasi oleh oknum anggota kepolisian atau militer yang menenggak minuman keras. Karena kalah bulu, alhasil petugas harus tutup mata saat melihat pelanggaran oleh oknum aparat dari korps berbeda.

Karena itu, perlu ketegasan seluruh aparat negara lintas sektoral untuk memberangusnya. Komitmen pemberantasan peredaran minuman keras di Aceh harus ditunjukkan pula oleh petinggi di kepolisian dan instansi militer. Jika hanya mengandalkan satuan polisi pamong praja dan wilayatul hisbah, memberantas peredarannya akan sangat sulit dan jalan di tempat.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...