Unduh Aplikasi

Jerat Hukum Tanpa Jera

Jerat Hukum Tanpa Jera
Ilustrasi: portland mercury

PENGADILAN Negeri Kuala Simpang tak perlu ragu untuk menjatuhkan hukuman mati kepada dua terdakwa pengedar sabu-sabu. Ini adalah hukuman layak bagi dua pria pemasok sabu-sabu dari Malaysia ke Seruway, Aceh Tamiang.

Mereka adalah Edi Syahputra dan Maman Nurmansyah. Latar belakang keduanya juga sangat berbahaya. Maman ditangkap dan sempat menjalani penahanan di Malaysia selama delapan bulan.

Sedangkan Edi adalah bekas narapidana yang baru saja lolos dari ancaman hukuman mati. Pengadilan Negeri Tebing Tinggi, Sumatera Utara, yang menyidangkan kasus Edi hanya memvonis pria itu 19 tahun penjara.

Namun jerat hukuman tak menimbulkan jera. Keduanya malah menyelundupkan sabu-sabu dengan jumlah yang cukup fantastis. Dengan latar belakang yang tak baik itu, harusnya majelis hakim tak tak ragu untuk menjatuhkan vonis hukuman mati bagi keduanya.

Majelis hakim yang menyidangkan perkara mereka berdua harus belajar dari pengalaman bahwa para bandar dan pemasok narkoba ini bukan makhluk yang gampang jera. Mereka adalah orang-orang yang dengan mudah melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis yang merusak banyak orang itu.

Pengadilan dan Kementerian Kehakiman harusnya menjadi satu bagian penting dari penegakan hukum yang dilakukan oleh negara untuk memberantas peredaran narkoba di negeri ini.

Jangan sampai upaya yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional, kepolisian, dan lembaga lain untuk mencegah masuk dan beredarnya narkoba di negeri ini dirusak oleh vonis ringan dan pelayanan ekstra bagi bandar dan pengedar narkoba di dalam penjara.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...