Unduh Aplikasi

PERINGATAN 12 TAHUN TSUNAMI

Jepang Serahkan Lukisan ke Museum Tsunami Aceh

Jepang Serahkan Lukisan ke Museum Tsunami Aceh
Lukisan yang diserahkan Jepang ke Museum Tsunami

BANDA ACEH - Setelah kunjungan tiga delegasi Jepang ke Museum Tsunami beberapa waktu lalu, pada Sabtu (24/12) perwakilan dari Tokyo Jepang direncanakan kembali berkunjung ke museum dalam rangka serah terima lukisan kepada pengelola museum.

Lukisan dinding yang akan diserahkan merupakan hasil karya anak-anak Sekolah Dasar Miyato dengan tema “Miyato 10 tahun yang akan datang.” Lukisan itu nantinya akan dipamerkan di museum bersamaan dengan gambar yang dibuat anak-anak Aceh dengan tema “Aceh 10 tahun yang akan datang.”

Sekolah Dasar Miyato merupakan fasilitas pendidikan yang ada di daerah Matsushima Timur Prefecture Miyagi dan terkena dampak kerusakan akibat tsunami. Namun, sekolah ini sudah ditutup pada musim semi 2016 akibat terus menurunnya jumlah penduduk pada kawasan tersebut. Diawal seremonial, pengunjung diajak lebih dulu menyaksikan video rekaman yang menampilkan Miyazaki Toshiaki yaitu guru teladan di Jepang yang membimbing lukisan anak-anak SD di Miyatojima.

Hadir pada acara serah terima yang mewakili pihak Jepang yaitu Bapak Yuichi Watanabe dari lembaga The Laboratory for Global Dialogue yang membidangi kegiatan pertukaran internasional dengan berdialog melalui jaringan internet teleconference antar masyarakat atau anak-anak Jepang dengan berbagai negara, dan untuk Aceh sendiri kerjasama sudah dimulai sejak 2013 lalu.

Selain itu mewakili Kadsibudpar Aceh, turut hadir Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani,M.Bus yang menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama yang terus terjalin dengn baik antara Aceh dan Jepang.

Seremonial dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Museum Tsunami Aceh, dan serah terima secara simbolik serta pemotongan pita dilaksanakan di Lantai 3 Ruang Tellnet Museum. Sebelumnya lukisan yang diserahkan kepada Pemerintah Aceh sudah lebih dulu dibawa ke museum beberapa hari sebelum serah terima dilaksanakan.

Penutupan kegiatan tersebut diisi dengan persembahan yang diiringi musik Rap membawakan “Arigato, Sahabat” dengan perpaduan bahasa Aceh dan Jepang. Selanjutnya, Penandatanganan Berita Acara serah terima lukisan dilakukan oleh Watanabe dan Rahmadhani di Manajemen Museum dengan saksi yaitu pihak Aceh Coordinator Japan Broadcasting Corporation NHK , H.T. Panlima.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...