Unduh Aplikasi

Jengkol Abdya Raih Sertifikat Unggul dari Menteri Pertanian  

Jengkol Abdya Raih Sertifikat Unggul dari Menteri Pertanian  
Pohon jengkol unggul Abdya. Foto: IST.

ACEH BARAT DAYA – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim mengungkapkan pada Rabu (3/2) mendatang, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah akan mengunjungi kabupaten yang berjulukan breh sigupai untuk menyerahkan sertifikat unggul nasional untuk jengkol unggul kabupaten setempat.

Menurut Akmal, selama ini kiblat pengadaan jengkol di seluruh wilayah Indonesia hanya mengarah ke daerah Lampung, sebab Lampung satu-satunya pemilik varietas unggul nasional komoditi jengkol.

Saat ini, kata mantan wartawan senior, Aceh juga sudah memiliki sertifikat dari Menteri Pertanian dengan merek jengkol Abdya yang keunggulan produksinya tiga kali lipat dari jengkol Lampung.

“Kunjungan Gubernur ke Abdya, Rabu lusa, salah satu agenda penting adalah menyerahkan sertifikat unggul nasional untuk jengkol unggul Abdya, selama ini kiblat pengadaan jengkol di seluruh Indonesia hanya lampung, satu-satunya pemilik varietas unggul nasiobal jengkol, sedangkan pinang betara cuma Jambi. Sekarang Aceh dengan merek jengkol Abdya, sudah disertifikat oleh Menteri Pertanian, keunggulan produksinya tiga kali lipat dibanding jengkol Lampung,” kata Akmal Ibrahim, yang dikutip AJNN dari halaman facebooknya, Senin (1/2).

Akmal Ibrahim mengatakan, untuk harga jengkol Abdya juga lebih mahal dua kali lipat dibandingkan dengan jengkol daerah lain, sebab jengkol Abdya rasanya lebih enak.

“Harga jengkol Abdya juga dibeli pedagang lebih mahal dua kali lipat oleh pedagang luar Aceh, sebab rasanya lebih enak,” tuturnya.

Akmal menjelaskan, warga Aceh Barat Daya banyak membangun rumah dan pergi umrah dua sampai tiga kali dalam setahun dari hasil bertani jengkol. Apalagi, sambung Akmal, untuk penghasilan petani jengkol yang pohonnya sudah berusia 10 tahun jauh lebih besar dari penghasilan jabatan eselon II dan anggota DPRA.

“Sebagai laporan, di Abdya, yang banyak bikin rumah baru, dan umrah dua tiga kali setahun adalah petani jengkol, sebab penghasilan satu hektar jengkol yang sudah usia 10 tahun ke atas, jauh di atas penghasilan resmi eselon 2 dan anggota DPRA,” tutupnya.

Komentar

Loading...