Unduh Aplikasi

Jenazah Warga Aceh yang Tewas Dikeroyok di Tanggerang Selatan Disambut Haru

Jenazah Warga Aceh yang Tewas Dikeroyok di Tanggerang Selatan Disambut Haru
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA - Suasana haru menyelimuti penyambutan jenazah almarhum Muhammad Basri (37), yang tiba di Gampong Teupin Gajah Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Minggu (10/5), dini hari.

Isak tangis turut mewarnai penyambutan Muhammad Basri yang tewas setelah dihakimi massa di Kampung Ciecentang RT 03/01, Rawa Buntu, Serpong, Tanggerang Selatan, Jumat (8/5) sekira pukul 00.30 WIB dini hari.

Di momen tersebut tampak sosok istri Muhammad Basri dan anak semata wayangnya yang duduk tegar sembari menatap di depan mata jasad suaminya dan ayah sebelum dikebumikan.

Nuraini (60), ibunda Muhammad Basri tak kuasa menahan tangis. Dirinya tak menyangka anaknya yang baik dan penurut itu menjadi korban kekerasan di perantaun.

"Basri adalah sosok anak yang baik, penurut dan berbakti kepada orang tua serta keluarga. Salah apa dia kenapa dia dibunuh?," kata Nuraini.

Baca: Dek Gam: Satu Pelaku Pengeroyokan Warga Aceh Sudah Ditangkap

Menurut Nuraini, dirinya mendapatkan informasi meninggalnya Muhammad Basri dari adiknya Saiful. Selama ini Basri bekerja disebuah perusahaan kargo di Tanggerang Selatan, sebagai sopir.

"Selama bekerja dan semasa hidupnya Basri jarang membuat masalah dan onar, baik itu di desa maupun perantauan," urainya.

Sang ibunda mengaku sudah sangat lama tidak berjumpa dengan Basri, maka dirinya meminta sebelum disemanyamkan agar dibawa pulang untuk melihatnya untuk yang terakhir kali.

"Sebelum di salatkan saya yang minta untuk dibawa masuk dulu kedalam rumah, agar saya bisa mencium anak saya untuk terakhir kalinya," tuturnya.

Korban yang merupakan salah satu alumni dayah di Bireun itu meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia delapan tahun.

Komentar

Loading...