Unduh Aplikasi

Jenazah Pasien Corona di Nagan Raya Diambil Paksa Keluarga, Dikubur Tanpa Protokol Kesehatan

Jenazah Pasien Corona di Nagan Raya Diambil Paksa Keluarga, Dikubur Tanpa Protokol Kesehatan
Ilustrasi. Foto: Net

NAGAN RAYA - Salah seorang pasien positif corona yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Sultan Iskandar Muda, Nagan Raya, kemarin tidak dikubur secara protokol kesehatan.

Pasalnya keluarga menjemput jenazah pasien Covid-19 itu dan memaksa untuk dikuburkan oleh keluarga, sehingga petugas medis tidak kuasa untuk menahannya.

Pasien yang meninggal dunia itu berinisial Par, warga Kecamatan Alue Bilie, Kabupaten Nagan Raya.

Edi Hidayat selaku dokter yag menangani pasien, mengatakan saat itu pihaknya sudah berusaha untuk menahan dan tidak mengizinkannya, namun keluarga memaksa agar jenzah dikembalikan dan dikubur secara normal.

“Memang saat itu hasil rapid test pasien usia lanjut itu non reaktif, tapi kami tetap saat ini ingin menguburnya secara protokol kesehatan, namun yang namanya keluarga memaksa dan kami tidak bisa menahannya lagi dan jenazah itu dibawa pulang,” kata Edi Hidayat.

Baca: Positif Covid-19, Dua Warga Nagan Raya Meninggal Dunia

Dikatakan Edi, memang saat itu hasil swab belum keluar sehingga keluarga dari Par memaksa membawa pulang jenazah untuk dikebumikan.

Memang, kata dia, akibat lamanya keluar hasil swab membuat persoalan baru ketika ada pasien yang menunjukkan hasil reaktif dan non reaktif meninggal dunia.

“Ini memang masalah juga sebenarnya karena hasil swab yang baru keluar empat hari sehingga sulit untuk kami yakinkan keluarga,” ucapnya.

Akibat jenazah Par yang dikebumikan tanpa protokol kesehatan membuat Tim Gugus Tugas Pencegahan Dan Penanganan Covid-19 Nagan Raya terpaksa melakukan pemetaan dan tracking terhadap warga desa Par berdomisili untuk dilakukan rapid test.

Komentar

Loading...