Unduh Aplikasi

Jembatan Gantung di Meurah Mulia Nyaris Putus, PUPR: Kami Berupaya Perbaiki

Jembatan Gantung di Meurah Mulia Nyaris Putus, PUPR: Kami Berupaya Perbaiki
Kondisi jembatan penghubung yang rusak. Foto: Ist

ACEH UTARA - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Utara menyebutkan akan berupaya memperbaiki jembatan gantung penghubung tiga desa di Kecamatan Meurah Mulia, yang nyaris ambruk.

Upaya perbaikan jembatan gantung tersebut direncanakan dengan sisa anggaran dana otonomi kusus (SILPA) tahun 2019.

“Di Aceh Utara terdapat sekitar 36 jembatan gantung yang dibangun sejak puluhan tahun lalu. Sebagian diantaranya kondisi sudah rusak dimakan usia, seperti jalan alternative penghubung tiga desa di Meurah Mulia,” kata Kepala Bidang Bina Marga PUPR Aceh Utara, Muhammad, Sabtu (30/11).

Muhammad mengaku, banyaknya jembatan gantung di Aceh Utara yang harus dilakukan peningkatan menjadi kendala disegi anggaran. Karena, untuk pembangunan satu unit jembatan rangka baja atau pracetak diperkirakan menghabiskan dana minimal Rp 20 miliar.

“Dengan terbatasnya anggaran, Pemerintah Aceh Utara. Pada tahun 2020 kami akan memperbaiki lima unit jembatan gantung yang kodisinya memang sudah rusak parah,” ujarnya.

Baca: Jembatan Gantung Penghubung Tiga Gampong di Meurah Mulia Nyaris Putus

Sementara untuk jembatan di Meurah Mulia, kata Muhammad, pihaknya berupaya memperbaikinya dengan anggaran tahun 2020. Jika tidak cair, akan diusahakan dengan sumber dana sisa Otonomi Khusus tahun 2019.

Sebelumhya, jembatan gantung yang merupakan jalur penghubung antar gampong di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, dalam kondisi rusak dan nyaris putus.

Akibat kerusakan jembatan tersebut, tiga gampong yang indentik penduduknya berpenghasilan dari perkebunan terancam kehilangan jalan pintas menuju ke pusat kecamatan dan Kabupaten Aceh Utara.

Keuchik Gampong Tualang, Kecamatan Meurah Mulia Aceh Utara, Saifullah mengatakan, jembatan itu menghubungkan tiga gampong yakni, Tualang, Paya Sutra dan Gampong Baree Blang.

“Jadi jembatan itu memudahkan warga sebagai jalan lintas menuju ke pusat kecamatan juga kabupaten. Jika tidak ada jembatan itu maka jaraknya puluhan kali lipat lebih jauh menuju pusat perkotaan,” katanya, Jumat (22/11).

Komentar

Loading...