Unduh Aplikasi

Jembatan di Aceh Barat Terancam Rubuh, Siswa Minta Presiden Perbaiki

Jembatan di Aceh Barat Terancam Rubuh, Siswa Minta Presiden Perbaiki
Siswa SMP Meugo Yang tinggal di Beberapa Desa melintasi jembatan yang terancam rubuh.

ACEH BARAT - Jembatan penghubung empat desa yang terletak di Desa Blang Luah, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat terancam rubuh. Pasalnya saat ini badan jembatan berkontruksi kayu tersebut terjadi patahan pada bagian tengah.

Selain dari badan jembatan yang terlihat patah, pondasi jembatan juga terlihat miring begitu juga dengan tiang penyangga pada jembatan sepanjang sekitar 50 meter tersebut.

Apabila jembatan tersebut rubuh maka warga empat desa yakni Blang Luah, Meugo, Sibintang dan Ujong Raja terancam terisolasi mengingat jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya menuju ibukota Kecamatan Panton Reu, serta sekolah SMP Meugo.

Teuku salah seorang siswa mengaku ketakutan melintas jembatan itu, mengingat kondisinya yang patah, lantaran kayu badan jembatan yang sudah lapuk.

Tak tahan dengan kondisi jembatan yang terancam rubuh itu, Teuku sangat berharap kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia memperbaikinya

“Saat melintas dijembatan ini, jantung kami berdebar karena rasa takut akan ambruk saat melintas. Makanya kami turun dari sepeda motor dan mendoronya. Atas kondisi ini kami harap bapak presiden dan wakil presiden memperbaikinya,” kata Teuku.

Sektaris Desa Blang Luah, Abdul Rahman, mengatakan kerusakan jembatan tersebut telah lama rusak, namun terjadi patahan sejak setahun terakhir.

“Jembatan patahnya sudah setahun terakhir karena diterjang banjir yang terjadi tiga kali dalam setahun ini,” kata Sekdes Blang Luah.

Namun sayangnya kerusakan jembatan tersebut kata dia, belum mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten, padahal selain akses penghubung ibukota kota kecamatan, jembatan tersebut juga sering dilalui oleh siswa yang hendak bersekolah ke Meugo.

Menurutnya, jika jembatan itu ambruk siswa tidak bisa sekolah ke Meugo, lantaran tidak ada jalan alternatif lainnya untuk menuju kesekolah mereka.

Menurutnya jika mereka melewati jalan alternatif maka mereka harus melalui jalan setapak yang berada di tengah hutan di derah tersebut.

“Melewati hutan belantara selain jarak tempuhnya jauh dan memakan waktu, juga rawan karena kawasan tersebut sering berada hewan buas. Kalau anak-anak memang sangat rawan kalau lewat hutan,” ungkap Abdul Rahman.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...