Unduh Aplikasi

Jembatan Bailey Tiba di Singkil

Jembatan Bailey Tiba di Singkil
Jembatan rangka baja ringan mulai dipasang di jalan yang amblas di Ketapang Indah. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Memasuki hari ke Enam banjir Singkil, kendaraan bermuatan berat belum juga dapat menembus ibu kota kabupaten tersebut, di jembatan darurat yang dibangun di atas jalan nasional lintas Singkil -Subulussalam di Ketapang Indah yang putus hanya mampu menopang kendaraan mini bus dan sepeda motor.

Mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh mengirimkan jembatan Bailey (Baja Ringan), rangka jembatan yang di angkut menggunakan dua unit truk turbo itu dikabarkan telah tiba di Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Sabtu (3/12) pagi tadi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya dan Perumahan Ir. Muzni mengatakan, jembatan bailey akan langsung dipasang menggantikan jembatan darurat dari batang kelapa yang dibangun sebelumnya, hal itu agar mobil bermuatan berat dari dan menuju Ibu Kota Singkil dapat segera melintas diwilayah itu.

"Alhamdulillah, jembatan bailey sudah tiba dan akan langsung dipasang hari ini, material jembatan diangkut dengan dua truk," kata Muzni.

Muzni mengatakan jembatan rangka baja itu akan dikonsentrasikan memperbaiki jalan putus di Ketapang Indah, sedangkan untuk jembatan di depan Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olaraga Desa Gosong Telaga Barat sementara akan ditimbun.

"Kami konsentrasi di Ketapang dulu, yang di dispora kita timbun saja dulu, sisa bailey kita stok untuk melihat kondisi yang paling urgen, jika nanti ada lagi yang jebol, jadi yang lain masih bisa kita timbun," pungkasnya.

Sementara itu kondisi banjir Singkil hingga saat ini sudah berangsur surut, warga pun telah bersih-bersih rumah yang ssbelumnya tergenang banjir, namun demikian banjir masih menggenangi halaman rumah warga, ketinggian air antara 20 sampai 50 cm.

Demikian halnya kondisi jalan Nasional Lintas Singkil-Subulussalam di kawasan Desa Unjung bawang, depan komplek perumahan Rekompak, jalan yang tergerus menjadi parit, sehingga hanya roda dua yang dapat melintas lantaran warga membangun jembatan darurat.

"Jalanya tergerus jadi kayak parit, dalam airnya di situ, warga buat jembatan, motor bisa melintas, bayar Rp 10 ribu, kalau mobil belum bisa, tidak tahan jembatanya," kata Jaki salah seorang pengendara.

Komentar

Loading...