Unduh Aplikasi

Jelang Puasa, RSUTP Abdya Sepi

Jelang Puasa, RSUTP Abdya Sepi
Lorong di RSUTP Abdya tampak lengang, Foto: Fakhrul Razi Anwir

ACEH BARAT DAYA - Satu hari menjelang puasa Ramadan 1440 Hijriah yang jatuh pada Senin (6/5) besok, Rumah Sakit Umum Tengku Pekan (RSUTP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tampak sepi.

Menurut dokter jaga IGD RSUTP Abdya, dr Ilma mengatakan berhubung Sabtu dan Minggu merupakan hari libur, maka sejumlah poli klinik yang biasanya ramai dikunjungi pasien rawat jalan tidak membuka pelayanan. Namun pelayanan dialihkan ke IGD dan dilayani petugas medis yang mendapat jatah piket.

"Kami dokter dan perawat jaga di IGD, tetap memberikan pelayanan selama 24 jam bagi masyarakat," ungkap dr Ilma kepada AJNN, Minggu (5/5).

Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait sepinya pasien yang ada di ruangan rawat inap, disebabkan beberapa pasien sudah dinyatakan sehat serta diperbolehkan pulang. Tetapi, ada pula sebagian pasien yang memaksa minta pulang karena ingin berkumpul dengan keluarga menyambut puasa Ramadan.

"Beberapa memang minta pulang, dengan alasan ingin berkumpul dengan keluarga menyambut puasa," ujarnya.

Dokter yang menangani pasien rawat inap tidak sembarangan memberikan izin pulang, terhadap pasien yang berdasarkan diagnosis masih diperlukan rawat inap dan belum direkomendasikan untuk pulang.

Apabila terus didesak, maka petugas medis akan meminta pasien untuk mengisi formulir pulang atas permintaan sendiri (APS) atau pulang paksa serta dibubuhi tanda tangan yang bersangkutan.

Berdasarkan aturan dari BPJS Kesehatan, ada konsekuensi bila pasien meminta pulang paksa. Konsekuensinya yaitu, kartu BPJS yang bersangkutan akan dinonaktifkan selama 30 hari sejak tanggal permintaan APS atau pulang paksa.

Artinya, jika pasien akan berobat kembali sebelum 30 hari sejak APS, maka pasien dianggap sebagai pasien umum dan akan menanggung seluruh biaya layanan kesehatan yang diberikan. Namun demikian, pasien tetap akan mendapat pembiayaan BPJS seperti sediakala, setelah waktu 30 hari tersebut.

"Setelah kami jelaskan tentang kondisi pasien dan konsekuensinya, sebagian tetap bertahan. Tapi, bagi mereka yang tetap minta pulang kami minta untuk mengisi formulir APS," tutupnya.

Pantauan AJNN, lorong-lorong dan ruangan rawap inap di RSUTP yang biasanya dipenuhi pasien, petugas kesehatan dan keluarga yang datang menjenguk juga terlihat sepi. Misalnya di ruang anak, berdasarkan penuturan petugas jaga hanya ada 7 pasien saja. Kemudian kamar rawat inap lain yang biasanya dipenuhi pasien, sebagian besar terlihat kosong.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...