Unduh Aplikasi

Jelang Peringatan Hari Kemerdekaan, Pedagang Bendera Bermuculan

Jelang Peringatan Hari Kemerdekaan, Pedagang Bendera Bermuculan
BANDA ACEH - Jelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 71 pada 17 Agustus 2016, pedagang bendera merah putih mulai bermunculan di sejumlah titik dalam wilayah Kabupaten Aceh Singkil, salah satunya di Kecamatan Gunung Meriah.

Pedagang musiman dan tukang jahit mencari peruntungan dengan menjajakan bendera. Itu merupakan fenomena yang hanya akan terlihat setahun sekali. Kewajiban memasang bendara bagi setiap warga negara di hari kemerdekaan, membuat merah putih menjadi sumber rezeki tersendiri bagi pedagang bendera dan penjahitnya.

"Saya setiap tahun menekuni usaha jualan bendera ini, benderanya saya jahit sendiri," kata Ogek penjual sekaligus penjahit bendera di Lae Butar Gunung Meriah, Kamis (4/8).

Omsetnya juga terbilang lumayan, perharinya Ogek mengaku bisa menjual antara 20 sampai 40 helai bendera dengan berbagai ukuran. Setiap lembarnya bendera dibandrol dengan harga mulai dari Rp 20 ribu sampai 50 ribu rupiah, tergantung ukuran bendera.

"Alhamdulillah, dalam sehari bisa laku 20, kadang sampai 50 helai, rata-rata Rp 400 sampai 500 ribu lah omsetnya, tapi ini kan musiman " kata Ogek.

Dikatakan Ogek, pembeli bendera setiap tahunya mengalami peningkatan, hal itu tercermin dari banyaknya bendera yang laku terjual, walaupun harga mengalami kenaikan karena harga kain yang semakin mahal, namun tak menjadi soal, warga dari berbagai penjuru tetap banyak yang datang ke tempat usahnya membeli bendera.

"Kalau yang datang ke mari setiap tahun meningkat, tiap tahunya saya bisa jual antara 300 sampai 400 helai bendera, itu jualan 15 hari saja, yang beli biasanya beragam ada yang dari kantor, tapi kebanyakan orang biasa," terangnya.

Selain ogek, di Gunung Meriah banyak pedagang lain yang menjajakan bendera menjelang perayaan hari kemerdekaan RI, diantaranya di pasar mingguan dan pasar harian serta dipinggiran jalan Kota Rimo.

Komentar

Loading...