Unduh Aplikasi

Jelang Lebaran, Harga Minyak Goreng di Simeulue Alami Kenaikan

Jelang Lebaran, Harga Minyak Goreng di Simeulue Alami Kenaikan
Pedagang menunjukkan Minyak goreng jenis curah di Pajak (Pasar) Inpres, Suka Karya, Kabupaten Simeulue, Rabu (5/5/2021). Foto: AJNN/Indra Wijaya.

SIMEULUE - Jelang hari raya idul fitri 1442, harga sembako jenis minyak goreng di Pajak Inpres, Suka Karya, Kabupaten Simeulue, Rabu (5/5/2021) mengalami kenaikan sebesar Rp3000 perkilogramnya.

Milo salah satu pedagang sembako di daerah tersebut mengatakan, kenaikan harga minyak goreng jenis kiloan itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Jika sebelumnya harga minyak goreng kiloan dijual Rp13.000 per Kilogram (Kg), kini naik Rp16.000 per Kg

"Naik Rp3000 dia. Itu sudah terjadi beberapa terakhir. Kalau untuk minyak goreng jenis Bimoli dan lain-lain juga bisa jadi naik. Tapi di sini kurang barang," kata Milo saat ditemui AJNN.

Ia mengatakan, untuk jenis bahan pokok lainnya seperti beras, telur, gula masih dijual dengan harga normal tidak mengalami kenaikan.

"Kalau beras masih standar sama jenis bahan pokok lainnya masih relatif stabil. Cuma minyak makan saja," ujarnya.

Meski tak semua jenis sembako alami kenaikan, Milo mengaku daya beli masyarakat pun berkurang.

Jika tahunnya sebelumnya, sepekan jelang lebaran jumlah membeli meningkat, namun Ramadhan kali ini jumlah daya beli masyarakat malah menurun.

"Mungkin karena kesulitan ekonomi juga jadi pengaruh. Selain itu bisa jadi ada juga karena dampak pandemi Covid-19," ucapnya.

Hal serupa juga di ungkapkan oleh Nursairing Tumanggor pedagang komoditas pangan di pasar yang sama. Ia juga mengaku daya beli masyarakat sangat kurang dalam beberapa hari terakhir.

"Kita banyak merugi, cabe, bawang kita banyak yang tidak terjual," pungkasnya.

Pedagang menunjukkan minyak makan jenis curah di sala. Foto: AJNN/Indra Wijaya

Komentar

Loading...