Unduh Aplikasi

Jawaban Pokja ULP Pemerintah Aceh Terkait Sanggahan Tender Oncology

Jawaban Pokja ULP Pemerintah Aceh Terkait Sanggahan Tender Oncology
Foto: Ist

BANDA ACEH - Penetapan pemenang tender Pembangunan Gedung Oncology Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, oleh Kelompok kerja (Pokja) Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Aceh, diduga bermasalah.

Merasa dirugikan, PT MAM Energindo, salah satu peserta tender pekerjaan tersebut melayangkan surat sanggahan kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh. Dalam surat sanggahan itu, PT MAM Energindo menjelaskan bahwa telah terjadi tindakan fatal yang merugikan pihaknya.

Baca: Dugaan Konspirasi di Balik Penetapan Pemenang Tender Oncology RSUDZA

Berdasarkan, salinan surat sanggahan PT MAM Energindo yang diperoleh AJNN, disebutkan Pokja kembali melakukan evaluasi terhadap Daftar Peralatan Utama (DPU) pada tahapan tender dengan peralatan yang sama pada tahapan evaluasi prakualifikasi, dengan kesimpulan PT MAM dinyatakan memenuhi syarat untuk selanjutnya diundang pada tahapan tender.

Namun, pada saat tender, persyaratan DPU yang sebelumnya sudah dinyatakan memenuhi kriteria, oleh Pokja dinyatakan tidak memenuhi nilai ambang batas unsur persyaratan Peralatan Utama. Kemudian, penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang dilakukan oleh Pokja, yaitu menambah, mengurangi dan mengubah kriteria persyaratan.

Padahal, pada BAB III IKP Huruf E Angka 28.7.a (Hal. 23) Dokumen Pemilihan/Tender Nomor : 02.1/ADD.JK/POKJA PEMILIHAN – LXXV/2019 Tanggal 4 Desember 2019 “Pokja Pemilihan dilarang menambah, mengurangi, mengganti, dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan/Tender ini”.

Terkait persoalan diatas, ULP Pemerintah Aceh memberikan jawaban melalui surat jawaban sanggah tanggal 27 Desember 2019. PT MAM Energindo dinyatakan Tidak Lulus Teknis karena tidak lulus nilai ambang batas unsur untuk persyaratan Peralatan Utama Minimal dengan nilai 4 (empat), dari yang dipersyaratkan minimal 18 (delapan belas) sesuai dengan persyaratan Dokumen Tender Bab. IV LDP huruf N. Bobot dan Ambang Batas point 4.

Penawaran dinyatakan lulus teknis apabila masing-masing unsur dan nilai total keseluruhan unsur memenuhi ambang batas unsur dan total keseluruhan unsur. Akan tetapi, peralatan yang disampaikan PT MAM Energindo dalam dokumen penawaran dengan status sewa dianggap tidak memenuhi ambang batas unsur.

Berikut merupakan peralatan yang disampaikan PT MAM Energindo, yaitu 1 Unit Crane Servis, 5 Unit Dump Truck, 2 Unit Excavator, 2 Unit Water Tanker, 1 Unit Crane On Track, 1 Unit Tower Crane, 2 Unit Generator Set, 1 Unit Batching Plant, 1 Unit Concrete Pump Truck, 2 Unit Truck Concrete Mixer, 1 Unit Trado atau Trailer.

Menurut ULP, dukungan peralatan tersebut tidak sesuai dengan Dokumen Tender Bab. III IKP huruf E. Pembukaan dan Evaluasi Penawaran, point 28. Evaluasi Penawaran file I, point 28.9 Evaluasi Teknis, huruf c). Peralatan Utama dengan ketentuan: point (4) Kepemilikan peralatan utama adalah milik sendiri, sewa beli dan/atau milik pihak lain dengan perjanjian Sewa (bukan surat dukungan).

Pada point (5) Khusus pekerjaan dengan nilai HPS di atas Rp. 200.000.000.000,00 (dua ratus miliar rupiah), maka peralatan utama wajib milik sendiri atau dalam status Sewa Beli dengan ketentuan peralatan sudah dalam penguasaan peserta dan sudah ada bukti perjanjian sewa beli dengan tanggal perjanjian sebelum pemasukan penawaran.

Komentar

Loading...