Unduh Aplikasi

Janji ZIKIR jadi ladang bisnis

Janji ZIKIR jadi ladang bisnis
Janji zikir, Foto:Dara/ajnn.net
BANDA ACEH - Pemberian satu juta per KK (Kartu Keluarga) setiap bulannya dari hasil dana minyak dan gas (migas), merupakan satu dari 21 janji yang telah di ucapkan Doto Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf pada saat kampaye menjadi gubernur dan wakil gubernur beberapa tahun lalu. Hingga saat ini, janji yang telah membuat masyarakat Aceh tergiur itu belum di tunaikan pula.

Hal itu, menjadi sebuah ide luar biasa bagi Helmi N Hakim. Helmi merupakan seorang pembisnis, ia merasa bahwa hal ini dapat membantu peningkatan bisnisnya. Apalagi ketika ia merasa, bahwa ekonomi Aceh mulai merosot dan daya beli mulai menurun. Sehingga, dia harus berfikir untuk menjual sesuatu yang lain daripada yang lain.

Awal February lalu, ia pun mendesain kaos dengan janji yang sangat populer di masyarakat Aceh ini. Ternyata, keberuntungan memihak kepadanya. Kaos dengan desain janji gubernur dan wakil gubernur Aceh itu pun berhasil memikat pasar, dengan melesat angka 500 cetakan pun diraihnya, padahal belum sampai sebulan di pasarkan.

“Saya berfikir, janji gubernur dan wakil gubernur adalah janji yang populis di masyarakat. Siapapun tahu janji gubernur dan wakil gubernur itu,”ujar Helmy N Hakim, pembisnis kaos satu juta per kk.

Kaos dengan desain unik itu, seperti menyentuh hati masyarakat Aceh. Tak hanya di Banda Aceh saja yang sudah mengorder kaos ini, seluruh Aceh bahkan masyarakat Aceh yang berdomisi di Medan, Malaysia, Denmark bahkan Dubai.

Hal tersebut, membuat Helmy tertarik dan membuat janji yang lainnya lagi. Yaitu kaos dengan janji Naik haji gratis. Helmy sendiri, tidak hanya menjadikan bisnis ini sebagai bisnis yang sangat mengiurkan. Tetapi ia juga mengantungkan harapan seperti masyarakat Aceh lain pada umumnya, yaitu membuat janji-janji itu menjadi nyata.

“Saya kira harapan saya dan harapan publik sama, janji-janji ini akan menjadi nyata nantinya. Bukan hanya sekedar kenangan yang tertinggal dalam bentuk kaos saja,” Lanjut Helmi kepada AJNN.Net, Rabu, 26 February 2014.

Helmy pun beinisiatif untuk memberikan label ‘H&H Resistance T-Shirt’ pada cetakan terakhir. Hal tersebut ia lakukan agar pembeli dapat membedakan produk ia dengan produk-produk lainnya.

“Tema-tema kami mungkin sensitif bagi sebagian orang, jadi jangan nanti ada orang atau pihak lain selain kami cetak kaos dengan tema-tema politik. Ya misalnya frontal atau untuk kepentingan politik praktis, kami yang di tuduh. Karena itu, sebelum terlambat harus sudah punya label untuk menghindari hal-hal negatif,” tutupnya.

 

|DARA HERSAVIRA
Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...