Unduh Aplikasi

Janji Raidin Tinggal Janji

Janji Raidin Tinggal Janji
Ilustrasi: POK

KASUS gizi buruk yang terjadi di Aceh Tenggara seharusnya cukup membuat Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim kehilangan muka. Kasus ini benar-benar mencerminkan buruknya manajemen kesehatan di daerah itu. 

Apa yang terjadi di Aceh Tenggara adalah bukti ketidakmampuan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mencukupi pelayanan dasar di daerah itu. Padahal dia pernah berjanji untuk mengoptimalkan layanan kesehatan di daerah itu. 

Bahkan Raidin pernah berjanji untuk meringankan beban iuran kesehatan khususnya bagi masyarakat miskin. Dengan demikian, tidak ada masyarakat yang tidak tersentuh layanan ini dasar ini. Tapi sepertinya janji tinggal janji. 

Seharusnya Raidin memastikan bahwa bawahannya bekerja serius untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Di setiap desa, terdapat petugas kesehatan, entah itu bidan atau perawat. Mereka seharusnya menjalankan fungsi ini secara maksimal. 

Termasuk dengan memantau setiap kelahiran dan perkembangan kesehatan ibu dan bayinya. Pengawasan itu harusnya dilakukan hingga si bayi berusia dua tahun. 

Kasus ini juga menunjukkan bahwa urusan kesehatan bayi dan anak, dan ini juga terjadi di banyak daerah di Aceh, bahwa kesehatan bayi-bayi itu tidak termonitor dengan baik. Beruntung jika mereka datang dari keluarga yang berkecukupan. Jika tidak, jangan harap bayi-bayi itu akan mendapatkan asupan gizi yang cukup yang seharusnya mereka dapatkan. 

Karena itu, Dinas Kesehatan Aceh harus benar-benar memastikan bahwa Peraturan Gubernur Nomor 14 Tahun 2018 tentang penanganan dan pencegahan stunting di Aceh berjalan tanpa terkecuali. Pemerintah Aceh harus segera mengaktifkan pemeriksaan bagi bayi dua tahun dan memastikan mereka tidak pertumbuhan fisik mereka normal, alih-alih mengalami gizi buruk. 

Karena itu, kasus gizi buruk di Aceh Tenggara harusnya menjadi kasus terakhir. Hampir tak ada calon kepala daerah yang tidak berjanji untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal. Kepala daerah, termasuk Raidin, harus ingat bahwa janji itu adalah utang. Dan utang itu harus dilunasi.

Komentar

Loading...