Janji Manis Penegakan HAM 

Janji Manis Penegakan HAM 
Ilustrasi: Pinterest.

PERNYATAAN Jaksa Agung RI, Burhanuddin, yang mengatakan Kejaksaan Agung akan menindaklanjuti hasil penyelidikan Komnas HAM atas sejumlah dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi baru-baru ini mudah-mudahan tidak sekadar lips service

Apalagi pemerintahan saat ini terus mendapatkan sorotan karena dianggap lamban menangani perkara-perkara pelanggaran HAM berat. Namun, kemarin, Burhanuddin mengatakan kejaksaan adalah wajah penegakan hukum, karena itu, baik-buruknya penegakan sangat diwarnai oleh kebijakan-kebijakan penegakan hukum kejaksaan.

Dalam penanganan pelanggaran HAM berat yang terjadi baru-baru ini, terjadi kebuntuan persepsi antara penyelidik Komnas HAM dengan penyidik kejaksaan. Hasil penyelidikan oleh Komnas HAM belum sempurna untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan. Petunjuk penyidik kejaksaan terkait penanganan ini juga tidak pernah dipenuhi. 

Urusan penengakan hukum ini sangat tergantung pada keseriusan pemimpinan lembaga penegakan hukum. Meski banyak yang mengklaim diri sebagai sosok penegak hukum, sering kali kebijakan-kebijakan mereka berseberangan dengan klaim yang mereka sampaikan. 

Salah satu penyebabnya adalah karena bahan pidato yang disampaikan tidak dibuat langsung oleh sang pemimpin. Mereka hanya menerima draf yang dibuat oleh tim ahli untuk disampaikan pada sejumlah acara. 

Jadilah pidato atau pernyataan-pernyataan yang disampaikan itu sekadar pencitraan tanpa bukti. Perkataan-perkataan itu, setelah dimuat di media-media massa dan media-media sosial, menguap bagaikan menyiramkan bensin ke lantai, karena dalam sekejap pula, masyarakat akan melupakan pernyataan itu. 

Baca Selanjutnya...
Halaman 12

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini