Unduh Aplikasi

Janji Jokowi Beli Rp 1 Triliun Kopi Gayo Ditagih

Janji Jokowi Beli Rp 1 Triliun Kopi Gayo Ditagih
Foto: Ist

ACEH TENGAH - Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aceh Eksekutif Watch, Mustaqim menagih janji Presiden Jokowi untuk membeli komoditas kopi Arabica Gayo senilai Rp 1 triliun.

Menurutnya, janji Jokowi itu disampaikan langsung oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati serta pimpinan dan anggota DPRK Aceh Tengah, di Pendopo Gubernur Aceh pada Senin, 20 Juli 2020 lalu.

Saat itu, Plt Gubernur Aceh menyampaikan, Presiden Jokowi berjanji akan membeli produk utama perkebunan dataran tinggi gayo yaitu kopi, baik melalui skema BUMN ataupun swasta dengan nilai Rp 1 triliun.

Mustaqim menyebutkan, pasca panen raya petani kopi di Bener Meriah dan Aceh Tengah sangat mengeluh dan merasa kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi akibat anjloknya harga beli kopi di tingkat petani sekarang ini.

Menurut mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara ini, ketergantungan masyarakat Gayo dengan kopi menjadi salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian di daerah ini. Namun, di tengah pandemi wabah global, tidak banyak yang bisa dilakukan.

Lanjutnya, harga kopi Gayo yang semula biji kopi asalan dan setelah disortir berkisar Rp 68 ribu per kilogram sampai dengan Rp 75 ribu per kilogram. Kini harganya anjlok Rp 39 ribu per kilogram sampai dengan Rp 47 ribu per kilogram.

Anjloknya harga kopi, kata Mustaqim merupakan hal serius bagi petani kopi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, dimana 80 persen masyarakatnya tergantung pada komoditas kopi.

"Masyarakat kita disini sangat tergantung dengan kopi, ditambah lagi pandemi Covid-19 secara global yang berdampak ke seluruh sendi kehidupan, sosial, dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Tambahnya, harga kopi Gayo sekarang memang jauh menurun dari sebelumnya dibandingkan dengan harga normal, apalagi di tengah wabah pandemi Covid-19 permintaan dari buyer (pembeli) mengalami penurunan, sehingga stok kopi tentu melimpah.

Anjloknya harga kopi dikarenakan pengusaha kopi atau buyer (pembeli) mengurangi permintaan bahkan berhenti beroperasi.

“Permintaan memang tetap ada, namun harga jual yang tidak stabil dan  mengalami penurunan drastis,” sebutnya. 

|MELLI SAPUTRI

Komentar

Loading...