Unduh Aplikasi

Janji Direktur RSUDCND Meulaboh: Gaji THL Segera Dibayar

Janji Direktur RSUDCND Meulaboh: Gaji THL Segera Dibayar
Pertemuan Manajemen RSUDCND dengan anggota DPRK Aceh Barat. Foto: AJNN/Darmansyah

ACEH BARAT - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh, Furqansyah, berjanji akan membayar gaji para Tenaga Harian Lepas (THL) rumah sakit tersebut pada Kamis (5/3).

Kepastian tersebut disampaikan Furqansyah disela-sela inspeksi mendadak yang dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat ke rumah sakit itu.

Dihadapan sejumlah anggota DPRK yakni Ramli SE, selaku wakil ketua, Ahmad Yani, Ketua Komisi IV, dan Medriada Yugsistira serta Nurdin menyampaikan jika saat ini pihaknya sedang dalam proses pencairan pembayaran gaji para THL yang tertunggak selama tiga bulan tersebut.

Selain pencairan gaji bagi para THL rumah sakit itu, kata Furqan, pihaknya juga sedang memproses menyangkut dengan Surat Keputusan berupa kontrak kerja bagi para THL yang selama ini bertugas di rumah sakit tersebut, namun perpanjangan kontraknya sedang dalam proses.

Ia menjelaskan, keterlambatan terhadap gaji para THL tersebut bukan disengaja, tapi dikarenakan rumah sakit sedang mengalami defisit, apalagi klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan baru dicairkan untuk bulan Agustus, sedangkan untuk Oktober hingga Februari hingga saat ini belum cair meski telah diajukan.

“Kami akan segera menyelesaikan SK mereka, dan juga gajinya. Insyallah kami upayakan pada Kamis ini bisa terselesaikan,” kata Furqansyah.

Baca: Sidak RSUCND, Anggota DPRK Aceh Barat Sempat Adu Mulut dengan Wakil Direktur

Dalam pertemuan bersama anggota DPRK itu, Furqan ikut meminta maaf atas insiden keributan yang terjadi antara Wakil Ketua SDPRK, Ramli SE, dengan Wakil Direktur Pelayanan RSUDCND Meulaboh, dr. Putri Fathiyah yang terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut.

Menurutnya, Putri merupakan Wadir pelayanan yang baru di rumah sakit itu, sehingga masih terjadi kesalahafahaman dengan kedatangan para anggota DPRK setempat.

Sementara itu Ramli, SE meminta kepada manajemen rumah sakit itu saat melakukan pembayaran gaji agi para THL tersebut, untuk tidak disebut dengan kwitansi penerimaan gaji, namun berupa pinjaman.

Pasalnya, kata dia, secara administrasi para THL belum diberikan SK tugas yang baru, sehingga dikwatirkan akan bermasalah jika disebut dengan istilah gaji pada kwitansi tersebut.

Ia juga meminta kepada pihak manajemen kedepan untuk bisa mengatur keuangan dengan baik, sehingga rumah sakit tersebut tidak terjadi defisit anggaran yang berimbas kepada gaji para THL.

“Ini saya lihat saat ini dalam pengelolaan keuangan salah kaprah. Masa untuk belanja modal terlalu banyak, sehingga tidak ada simpanan, jadi coba kedepan jangan terlalu banyak untuk belanja modal. Kalau ada yang belum begitu penting dipending dulu,” ungkapnya.

Komentar

Loading...