Unduh Aplikasi

Aral Araz di Daftar Hitam

Aral Araz di Daftar Hitam
ilustrasi.

LEMBAGA Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) akhirnya mencantumkan PT Araz Mulia Mandiri dalam daftar hitam di laman resmi mereka. Bagi para kontraktor, ini adalah berita buruk. Tercantum di dalam daftar hitam jelas bukan hal yang bagus buat pebisnis dan bisnis mereka.

Bisnis adalah tentang kredibilitas. Siapapun yang ingin terus berkiprah di dunia bisnis akan memastikan perusahaan mereka tidak tercantum dalam daftar ini.  Bisnis itu tentang kepercayaan. Kalau tak bisa dipercaya, untuk apa berbisnis dengannya.

Tapi seperti banyak regulasi di negeri ini, imbauan untuk menjaga kredibilitas hanya sebatas retorika. Banyak pengusaha nakal yang berlindung di balik retorika birokrasi. Mereka bahkan tak malu untuk bertindak karena merasa bisa "mengatur" cara main.

Namanya juga perusahaan hitam, mereka jelas bekerja di dalam kawasan gelap. Kerap menabrak aturan main dan bertindak semena-mena tanpa memperhatikan aturan yang berlaku. Para pemimpin perusahaan yang masuk dalam daftar hitam tak ragu menyuap; mengeluarkan uang lebih besar, bahkan lebih besar dari margin keuntungan yang wajar.

Semua cara boleh dilakukan selama kuasa pengguna anggaran dan panitia lelang tetap berpihak kepada mereka. Mengalahkan lawan-lawan yang menawarkan harga pantas dengan kualitas terjamin. Para pengusaha yang berusaha untuk bertahan dengan cara fair. Bukan dalam tender yan diatur.

Label perusahaan hitam memang dilekatkan oleh LKPP. Dan harusnya, kuasa pengguna anggaran tak perlu ragu untuk bertindak untuk memastikan perusahaan itu tak lagi mengikuti tender-tender negara. Perusahaan yang tak taat pun cukup menjadi alasan menjagal mereka agar tak masuk ke dalam lapangan dan mencoba menggerogoti uang negara. Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kategori hitam harus segera dikeluarkan dari daftar pemenang lelang. 

Bahkan jika ditelisik lebih dalam, banyak pengusaha hanya berganti kulit setelah masuk daftar hitam. Tapi untuk sementara, cukuplah daftar hitam yang ada menjadi pegangan bagi kuasa pengguna anggaran untuk tidak membiarkan proyek mereka terancam menjadi buruk dan tak berkualitas.

Kita tentu tak berharap para pengusaha nakal ini bertindak semaunya saat berusaha di Aceh. Karena apapun ceritanya, mereka akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan besar tanpa memperhatikan dampak dan kerugian publik. Kita tak boleh membiarkan pembangunan di Aceh hanya jadi bancakan pengusaha lewat perusahaan berlabel hitam.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...