Unduh Aplikasi

Jangan Salah Memilih

Jangan Salah Memilih
Ilustrasi.
AKSI bersilat lidah semakin hangat di belantara kekuasaan Aceh. Khususnya menuju kursi jabatan gubernur-wakil gubernur, wali kota-wakil wali kota dan bupati-wakil bupati. Prosesinya tinggal hitung hari. Beduk isyarat tahapan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Aceh telah ditabuh.

Irama mengiringi setiap derap langkah para kandidat dan tim sukses untuk mengikuti secara tartil dan taat aturan yang ditetapkan penyelenggaran (baca: KIP Aceh). Tentu saja, bukanlah sebuah persoalan jika para kandidat dan tim suksesnya, mengikuti setiap aturan Pilkada Aceh secara baik dan benar.

Namun, seperti yang sudah-sudah, kita seringkali disuguhi perilaku arogan, perilaku menghina, perilaku merendahkan, perilaku yang mengoyak rasa kemanusiaan dan keadilan. Misalnya, masing-masing kandidat berupaya menjatuhkan lawan dengan memberikan stigma seperti penghianat, rakus jabatan. Ada juga yang merasa diri sebagai pahlawan.

Di masyarakat, yang tumbuh hanya rasa takut, ketidakharmonisan sosial dan aksi kekerasan. Dalam konteks inilah kita berharap para kandidat dan tim sukses memberi pelajaran-pelajaran positif kepada masyarakat Aceh dengan ajaran kebaikan. Bukan malah menyuburkan kebencian.

Positif atau negatif seorang kandidat bisa dilihat dari pilihan strategi kandidat dan tim sukses mereka mengemas produk yang akan ditawarkan kepada masyarakat sebagai pemilik suara. Umumnya di Aceh, ada dua jenis metode yang digunakan. Pertama, pilihan strategi yang menampakkan syahwat politik kelompok. Dan kedua: pilihan strategi kandidat dan tim sukses yang mengemas produk untuk menjalankan kebijakan bersama untuk kebaikan bersama.

Jenis pertama, bisa kita katakan adalah kandidat dan tim sukses yang menggunakan cara-cara politik sempit yang kualitasnya hanya
berhenti pada keperluan golongannya saja. Selalu mengabaikan keinginan rakyat dan bersemangat memperkaya diri dan para penjilat kekuasaan.

Jenis kedua, bisa dikatakan adalah strategi yang ideal. Kandidat dan tim sukses memperlihatkan berbagai kinerja yang sudah dan atau yang akan dikerjakannya nanti. Kandidat seperti ini sangat mencerdaskan baik dalam bentuk komunikasi massa dan strategi pendekatan mereka yang lebih humanis atau memanusiakan lawan bicara (bukan menindas atau menggurui).

Jenis kandidat seperti ini selalu menjalankan amanah dan fokus bekerja meskipun selama ini seringkali diganggu oleh pihak-pihak yang berpikiran sempit.

Namun semua ini kembali lagi kepada masyarakat Aceh. Apakah mereka akan memilih kandidat yang mengumbar syahwat politik atau kandidat yang bekerja menjaga perdamaian, menjaga harga diri Aceh, hari ini dan selalu menjaga pesan-pesan perdamaian abadi yang diamanahkan Muhammad Hasan Tiro. Masyarakat tentu tidak naif.

Komentar

Loading...