Unduh Aplikasi

Jangan Padamkan Api Pemberantasan Korupsi

Jangan Padamkan Api Pemberantasan Korupsi
Ilustrasi: photografy stack exchange.

KARENA para pemberantas korupsi adalah orang yang akan berhadapan dengan banyak godaan, maka ukuran untuk menjadi seorang aparat pemberantas korupsi adalah integritas. Mereka yang mampu menunaikan janji, mampu berjalan jauh dari hiruk pikuk dunia, dan bersikap tegas terhadap aturan. 

Orang-orang yang memberantas korupsi adalah orang yang biasanya dijauhkan dari pergaulan sosial yang saat ini tak lagi mengenal batas antara hak diri dan hak ramai-ramai. 

Karena itu, sejak awal dibentuk, untuk menjadi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi, dipilihkan orang-orang yang jujur. Mereka lantas digembleng dalam kehidupan yang terjaga kalau tak mau dibilang terisolasi. 

Sistem di dalam KPK lah yang menjaga. Memastikan setiap orang yang bekerja di KPK benar-benar berintegritas. Tidak mudah diiming-imingi. Rela mengedepankan kepentingan lebih besar ketimbang diri sendiri. 

Maka muncullah sosok-sosok yang kita kenal selama ini sebagai para pejuang antikorupsi. Dan mereka, biasanya, adalah orang-orang yang memilih jalan sunyi. Jauh dari sikap glamor yang kerap menyeret pada kehancuran. 

Sikap hubbuddunya, cinta kepada dunia, adalah racun yang setiap hari kita hirup. Mulai dari saat membuka mata hingga menutup mata. Bahkan mimpi-mimpi kita dirancang untuk menjadikan dunia sebagai tujuan, dan mengajarkan kita untuk memberikan toleransi pada sikap korup, baik oleh diri sendiri ataupun orang-orang di sekitar. 

Di tengah tekanan hebat yang dialami para pegawai KPK saat ini, terutama mereka yang dinilai tidak berintegritas, rakyat Indonesia jangan kehilangan semangat untuk mendukung pemberantasan korupsi. 

Jika simbol-simbol yang ada saat ini tidak cukup untuk mewakili upaya tersebut, cukuplah dengan belajar untuk menanggalkan kecintaan terhadap dunia. Karena saat para koruptor semakin berani menunjukkan diri, maka rakyat harus belajar untuk melawan dengan tidak silau terhadap keindahan semu yang ditawarkan lewat berbagai iming-iming. 

Kita tak boleh menyerah. Bahkan saat upaya pemberantasan korupsi di babat dari akarnya. Karena itulah yang diharapkan para koruptor dan barisannya: apatisme. Mungkin kita perlu waktu berpuluh-puluh tahun ke depan untuk menikmati Indonesia tanpa korupsi. 

Tapi percayalah, generasi milenial saat ini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Indonesia yang lebih baik. Dan kita hanya perlu menjaga agar api pemberantasan korupsi itu tidak padam.

Komentar

Loading...