Unduh Aplikasi

Jangan Menggunting dalam Lipatan

Jangan Menggunting dalam Lipatan
ilustrasi
UNTUK kesekian kali, Gubernur Zaini Abdullah mengubah kabinetnya. Zaini seperti tak merasa puas dengan orang-orang yang dipilih untuk membantu menjalankan visi dan misi pemerintahannya. Selalu saja ada yang tidak pas dalam komposisi manajemen di Pemerintah Aceh. Dan semua ini dinilai mengganggu roda pemerintahan yang menyisakan waktu kurang dari dua tahun.

Perubahan orang dalam satu jabatan dalam pemerintahan jika terlalu sering tidaklah sehat, hal ini dapat menimbulkan instabilitas. Seorang kepala dinas yang baru memerlukan waktu untuk mengenali lingkungan kerja dan menjalankan program-program. Demikian juga para bawahan yang harus mempelajari keinginan pemimpin baru dan dituntut untuk segera membaca arah dan keinginan sang pemimpin.

Namun dalam kondisi tertentu semua itu sah-sah saja. Pergantian kepala satuan kerja bukan hal tabu yang terlarang. Sepanjang organisasi membutuhkan, maka gubernur harus melakukan. Kita tentu ingat kemarahan masyarakat terhadap Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak saat menelantarkan pasien yang menyebabkan kematian ibu dan anak dalam proses persalinan.

Satu hal yang harus dipahami oleh para pejabat di pemerintahan adalah mereka merupakan “kaki tangan” dan cermin kepala pemerintahan. Sepanjang si pemimpin menjalankan kebijakan dalam koridor hukum dan tidak melawan prinsip-prinsip manajemen pemerintahan, seorang bawahan harus mengabdi pada pemimpinnya. Saat pemimpin ingin memperbaiki kinerja rumah sakit, misalnya, seluruh pegawai, dari tingkat terendah sampai tertinggi, harus mampu menjalankan arahan tersebut.

Kesalahan yang selama ini terjadi adalah seseorang tidak mampu mengendalikan hasrat. Di saat bersamaan, hal ini mendorong seorang kepala satuan kerja bekerja di luar koridor dan mengambil tindakan yang bertentangan dengan keinginan kepala pemerintahan. Selama ini jelas bahwa Gubernur Zaini meminta seluruh satuan kerja bekerja lebih aktif dan efektif dalam melayani masyarakat. Maka seluruh jajarannya harus taat dan patuh melaksanakan dan mensukseskan program kerja atasannya. Misi politik pegawai negeri sipil adalah mengabdi pada visi dan misi kepala pemerintahannya.

Di sisa waktu yang tak banyak ini, Gubernur Zaini tentu berharap seluruh program berjalan dengan baik. Karena ini juga menjadi modalnya untuk maju kembali dalam Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017. Hal ini harus disadari oleh seluruh pimpinan satuan kerja. Jangan malah menjadi mata pisau yang menggunting dalam lipatan.

Komentar

Loading...