Unduh Aplikasi

Jangan Abaikan Tuntutan Mahasiswa Fakinah

Jangan Abaikan Tuntutan Mahasiswa Fakinah
ilustrasi

PULUHAN mahasiswa di Akademi Keperawatan Fakinah, Banda Aceh, harus menelan kekecewaan setelah tak ada satupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang menerima mereka. Keinginan mereka untuk mengadukan nasib perguruan tinggi mereka terpaksa ditunda.

Aksi ini adalah buntut ketetapan Mahkamah Agung yang dianggap mahasiswa melanggar aturan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Sebelumnya, Senin lalu, mahasiswa mengunci pintu masuk ke ruangan belajar sebagai bentuk protes terhadap pengabaian direktur akademi tersebut yang berjanji akan menjumpai mereka untuk membahas sejumlah masalah akademik.

Konflik di akademi ini merupakan dampak dari kisruh antara Muhammad Saleh Suratno dan Ketua Umum Yayasan Tengku Fakinah Siti Maryam Ibrahim. Maryam memecat Saleh. Tindakan itu digugat Saleh hingga ke Mahkamah Agung. Dan dia memenangkannya.

Namun konflik antarpihak berkuasa ini menyandera mahasiswa. Nasib mereka jadi terkatung-katung. Padahal tak sepantasnya mahasiswa menjadi korban karena selama ini mereka telah berkorban untuk membayar iuran pendidikan yang tergolong besar.

Konflik ini tak seharusnya dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian. Kementerian Pendidikan Tinggi harus bertindak untuk menyelesaikan konflik agar roda pengajaran di kampus itu berjalan normal dan mahasiswa dapat menikmati pendidikan dengan tenang tanpa terganggu isu yang memecah konsentrasi mereka dalam menuntut ilmu.

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Aceh juga harus turun tangan. Menjumpai mahasiswa dan membantu memediasi keinginan mereka terhadap birokrasi kampus. Dua lembaga ini tak boleh menutup mata dan menganggap urusan ini bukan wewenang mereka. Ingat, mahasiswa ini adalah aset bangsa yang berhak atas layanan pendidikan yang baik dan berkualitas.

Dua pihak bertikai juga harus menunjukkan iktikad baik. Masing-masing pihak jangan merasa paling benar dan mau menang sendiri. Jangan biarkan api permusuhan ini "membakar" habis lembaga pendidikan dan menjadikan mahasiswa sebagai "kayu bakarnya".

Komentar

Loading...