Unduh Aplikasi

Janda Miskin Dua Anak di Aceh Utara Dapat Rumah Layak Huni

Janda Miskin Dua Anak di Aceh Utara Dapat Rumah Layak Huni
Peletakan batu pertama pembuatan rumah milik Nurhasanah di Aceh Utara. Foto: Sarina

ACEH UTARA – Disebuah gubuk reyot berdinding terpal, Nurhasanah (37) janda miskin di perdalaman Aceh Utara tepatnya Gampong Lhok Pungki, Kecamatan Sawang, hidup bersama dua orang anak kandungnya Dahniar (8) dan Mujibul Ikhsan (3) sejak lima tahun terakhir. Sementara suaminya M Yusuf meninggal dunia sejak enam bulan lalu.

Meskipun seorang diri, Nurhasanah bekerja keras untuk menghidupkan dua anak yatim bersamanya. Tanpa mengenal lelah, setiap hari dia bekerja upahan mengupas pinang milik tetangganya dengan penghasilan Rp 10 ribu per hari. Uang itu dipergunakan untuk memenuhi ekonomi keluarga dan melanjutkan hidup bersama dua orang anaknya.

“Sudah lima tahun tinggal di rumah ini, kalau hujan bocor, akan tetapi saya tetap berteduh di dalam meskipun sedikit basah,” kata Nurhasanah kepada AJNN, Sabtu (2/6).


Ia mengaku sejak suaminya meninggal dunia, dia hanya pasrah dengan kondisi ekonomi keluarga yang dijalaninya selama ini. Sementara hasil upahan mengupas pinang tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, namun dirinya tetap bersyukur akan kondisi itu.

“Anak pertama saya masih sekolah kelas dua sekolah dasar (SD), untuk mengantar dia sekolah, saya hanya berjalan kaki melewati satu kampung karena sekolahnya yang ada di kampung sebelah,” ungkap Nurhasanah.

Sungguh terlihat bahagia dan senyum bahagia di raut wajahnya, ketika Persatuan Pemuda Kecamatan Sawang menggalang dana dari media sosial dan dipelopori Kepolisian Sektor (Polsek) setempat, untuk membantu membangunkan rumah baru dan layak huni kepada kedua anak yatim tersebut.

“Kami membangun rumah ini dari hasil galang dana dan dimotori Polsek Sawang. Kami memilih keluarga ini, karena dari segi ekonomi benar-benar tidak mampu, jangankan untuk membuat rumah, untuk membiayai dua anaknya juga kesulitan, apalagi setelah suaminya meninggal akibat penyakit kencing manis (diabetes),” ungkap Kepala Dusun, Jamaluddin.

Sementara itu, Kapolsek Sawang Ipda Zahabi sangat mengapresiasi terhadap persatuan pemuda Kecamatan Sawang tersebut untuk membangun rumah anak yatim dan kurang mampu, sementara dari pihak Kepolisian sendiri bantuan itu merupakan salah satu program dalam rangka memperingati Hut ke-72 Bhayangkara.

“Pesan kami, semoga apa yang dilakukan pemuda Kecamatan Sawang ini menjadi pelajaran ataupun diikuti oleh pemuda lain, untuk membantu masyarakatnya yang kurang mampu, dan juga supaya bisa menjadi pelopor bagi pemuda di kecamatan lain,” imbuhnya.

Komentar

Loading...