Unduh Aplikasi

Janda 2 anak tipu rekan bisnis pakai uang palsu Upin Ipin Rp 1 M

Janda 2 anak tipu rekan bisnis pakai uang palsu Upin Ipin Rp 1 M
Ilustrasi kriminal
Seorang wanita pengusaha 'Money Changer', Nantje Lusia Mandey (46) dibekuk petugas Polsek Pancoran, Jakarta Selatan. Dia diduga terlibat penipuan dengan modus menyerahkan uang mainan senilai Rp 1 miliar.

"Awalnya masyarakat menyampaikan informasi ada orang yang membawa uang mainan," kata Kapolsek Pancoran Kompol Minto Padal Putro, Kamis (23/10).

Nantje ditangkap petugas di Apartemen Kalibata City Tower Flamboyan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (22/10) malam. Petugas menggeledah kamar apartemen yang dihuni tersangka dan menemukan uang pecahan Rp 100 ribu mencapai Rp 1 miliar yang terdapat gambar 'Upin Ipin'.

Kepada petugas, Nantje mendapatkan uang itu dari seseorang berinisial I yang berstatus buron. Minto menjelaskan awalnya Nantje bekerja sama dengan rekan bisnisnya bernama Budi Irawan (38) dan I mencapai Rp 750 juta dalam bentuk mata uang USD.

Korban Budi Irawan menyerahkan uang sekitar USD 22.000 kepada I. Kemudian tersangka yang berstatus janda dua anak itu menawarkan uang Rp 1 miliar, sedangkan sisanya akan dilunasi dalam bentuk USD.

Tersangka menyerahkan uang tunai Rp 1 miliar nominal pecahan Rp 100 ribu yang dimasukkan ke dalam tas kepada Budi. I berupaya memperdaya korban dengan menyelipkan uang asli Rp 100 ribu pada bagian depan tumpukan uang di dalam tas itu.

I kemudian meninggalkan lokasi dengan alasan ada urusan. Korban lantas memeriksa uang dengan menggunakan sinar ultraviolet. Alhasil tidak tembus pada bagian gambar pahlawannya.

Budi lantas mencoba mengejar pelaku sehingga terjadi pertengkaran di parkiran Apartemen Kalibata City. Saat itu, Kapolsek Pancoran sedang mengamati Pos Pantau sehingga mendekati tempat parkiran itu untuk mengamankan keduanya.

"Korban marah karena pelaku menukarkan uang Rp 200 juta dengan uang mainan," ujar Minto.

Minto menuturkan petugas telah menahan Nantje dengan barang bukti uang mainan pecahan Rp 100 ribu dan mengejar tersangka I yang masuk daftar pencarian orang.

Para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan juncto Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman penjara lima tahun.
MERDEKA

Komentar

Loading...