Unduh Aplikasi

Jamaluddin Muku Bantah Pukul Pekerja Konstruksi

Jamaluddin Muku Bantah Pukul Pekerja Konstruksi
Bukti laporan Abdul Azis terhadap Mansyur terkait dengan dugaan penipuan.
BANDA ACEH - Abdul Aziz, anak Jamaluddin Muku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) membantah kalau ayahnya telah melakukan pemukulan terhadap Mansyur.

Sebelumnya, Mansyur yang berprofesi sebagai pekerja konstruksi telah melaporkan politisi Partai Demokrat asal Aceh Tamiang itu dengan nomor laporan BL/124/VIII/2016/SPKT, tanggal 5 Agustus 2016. Dugaan penganiayaan itu terjadi Selasa (2/8) malam, sekitar pukul 20.30 WIB, di warung Kopi Solong Premium, Lambhuk. 


"Tidak ada pemukulan dan penyekapan yang dilakukan oleh ayah saya. Ini fitnah dan laporan palsu yang dibuat oleh Mansyur," kata Abdul Azis, yang datang khusus ke Kantor AJNN, Sabtu (6/8).

Abdul Azis menjelaskan, pada malam kejadian Mansyur dibawa dari warung Kopi Solong Premium, Lambhuk, ke Kantor Media Nad, Pango. Tujuannya adalah untuk membicarakan masalah uang proyek yang belum dilunaskan oleh Mansyur.

"Uang saya belum dibayar oleh Mansyur senilai Rp 1,1 miliar. Padahal pekerjaan sudah selesai saya kerjakan. Ini yang kami luruskan malam itu di Kantor Media Nad. Jadi tidak ada sedikit pun pemukulan terhadap Mansyur," jelas Azis.

Bahkan, kata Azis, dalam pertemuan yang berlangsung dari pukul 20.00 WIB, hingga tengah malam itu, Mansyur juga diberikan makan, rokok dan kopi. Artinya tidak ada penganiayaan sedikit pun, seperti yang dituduhkan Mansyur.

"Kami sediakan semua untuk Mansyur, makan, rokok dan kopi. Kami duduk bersama hanya ingin mencari solusi atas utang yang belum dibayar oleh Mansyur. Bahkan telepon genggam dan mobil Mansyur juga ada disitu. Tidak kami sita seperti yang dituduhkan Mansyur," ungkap Azis.

Dalam pertemuan tersebut, Azis menambahkan, Mansyur juga bersedia untuk dilaporkan ke polisi terkait masalah utan piutang tersebut. "Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, karena tidak ada solusi, saya telepon anggota Polsek Ulee Kareng untuk membuat laporan terhadap Manysur. Kemudian Mansyur dijemput dan dibawa ke polsek," ujarnya.

Kemudian, kata Azis, pihak Polsek Ulee Kareng memintanya untuk membuat laporan ke Polresta Banda Aceh. Dan malam itu juga dirinya langsung mendatangi Polresta Banda Aceh untuk membuat pengaduan.

"Ketika ke Polresta, Mansyur juga ikut. Dan sempat dilakukan pemeriksaan. Yang lucunya usai pemeriksaan, Mansyur langsung mengatakan sakit di kepala dan perut karena dipukul ketika disekap. Ini aneh saya lihat," ungkap Azis.

Dirinya mengaku, sejak bulan Februari 2016 sudah mencari keberadaan Mansyur, untuk menangih uang proyek yang belum dibayar. Pasalnya Mansyur selalu berkilah ketika diminta uang tersebut.

"Tanggal 12 Mei lalu saya jumpa dengan Mansyur dan Harun. Disitu saya diberikan dua lembar cek dengan total mencapai Rp 420 juta. Cek itu bisa dicairkan tanggal 15 Juli. Ketika saya ingin mencairkan uang, ternyata cek itu kosong. Saya ditipu oleh Mansyur," ujarnya.

Atas dasar tersebut, kata Azis, pihaknya berencana akan melaporkan Mansyur dengan pasal dugaan laporan palsu dan pencemaran nama baik.

"Saya akan lapor balik Mansyur. Ini jelas laporan palsu dan pencemaran nama baik. Untuk laporan penipuan sudah saya lapor dengan nomor LBP/462/VIII/2016/SPKT," jelasnya.

Komentar

Loading...