Unduh Aplikasi

Jam Operasional Warung Kopi di Aceh Barat Dibatasi

Jam Operasional Warung Kopi di Aceh Barat Dibatasi
Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Kepolisian Resort (Polres) Aceh Barat akan melakukan pembubaran titik kumpul atau keramaian jika tidak mematuhi imbauan yang dilakukan oleh pihaknya bersama dengan Pemerintah Daerah.

Pembubaran tempat keramaian terpaksa dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Diasease atau COVID 19 di Kabupaten Aceh Barat, terutama wilayah padat seperti Meulaboh, ibu kota Aceh Barat.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Andrianto Argamuda mengatakan pihaknya telah melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan yang melibatkan orang banyak.

“Saat ini kami bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sudah mengimbau untuk ditunda dulu kegiatan yang melibatkan orang ramai. Dan Alhamdulillah dari imbauan tersebut kami lihat mulai dipatuhi,” kata Andrianto Argamuda kepada AJNN, Senin(23/3).

Arga juga meminta kepada warga untuk tidak keluar rumah sementara waktu jika tidak ada keperluan seperti bekerja atau untuk belanja bahan makanan.

"Kami juga sudah memanggil pemilik warung kopi, caffe maupun restoran untuk membatasi jam operasional paling lambat waktu buka hingga pukul 22.30 WIB," ungkpanya.

Selain itu, ia juga meminta kepada pemilik warung agar merenggangkan jarak duduk bagi pengunjung, sehingga penyebaran virus SARS-CoV-2 itu dapat dicegah dengan baik, serta melakukan prilaku hidup sehat dan bersih.

“Jika ada warung yang tidak patuh dan tetap membuka jam operasional yang telah kami tentukan dan masih terlihat keramaian, maka akan kami bubarkan juga,” tegasnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya terus berupaya membantu melakukan sosialisai kepada masyarakat dengan memberikan pengetahuan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) yang ada di setiap kecamatan dengan menggandeng puskesmas dan Komando Rayon Militer setiap kecamatan.

"Kami juga melakukan penyemprotan ruang terbuka seperti jalan menggunakan disinfektan menggunakan water canon," jelasnya.

Namun, kata dia, penyemprotan yang dilakukan pihaknya tidak dapat dilakukan secara maksimal karena kekurangan cairan antiseptik, sehingga kadarnya kurang dari yang seharusnya.

“Penyemprotan disinfektan kami lakukan, tapi tidak maksimal, karena kadarnya kurang karena cairan disinfektan kami terbatas,” sebutnya.

Komentar

Loading...