Unduh Aplikasi

Jalan Tertimbun Longsor di Aceh Tengah Sudah Bisa Dilalui

Jalan Tertimbun Longsor di Aceh Tengah Sudah Bisa Dilalui
Pembersihan jalan yang tertimbun longsor akibat banjir bandang di Aceh Tengah. Foto: AJNN/Fauzi Cut Syam

ACEH TENGAH - Pemerintah Aceh Tengah saat ini sudah menyiapkan lokasi pengungsian untuk menampung para korban banjir bandang yang terjadi, Rabu (13/5) sore.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abu Bakar mengatakan ada beberapa lokasi pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah Aceh Tengah. Lokasi tersebut salah satunya masih berada di kawasan Paya Tumpi Induk yaitu SDN 3 Kebayakan. Disana, BPBD Aceh Tengah, Dinas Sosial dan Tagana dibantu TNI/Polri sudah menyiapkan dapur umum dan tempat tidur darurat.

Hujan lebat sejak siang hari pukul 15.00 WIB menyebabkan tanah yang berada di perbukitan tidak bisa menampung air hujan

Ada tiga lokasi terparah banjir bandang kali ini, pertama di jalan Bireuen Takengon tempat di kampung Weh Decher Kecamatan Kebayakan. Kampung ini berbatasan dengan kampung Paya Tumpi baru, kemudian Paya Tumpi Baru (Tetor Pemulo), disina ada tiga rumah dan satu musala rusak berat tertimbun longsor. Rumah yang rusak dan tertimbun longsor tersebut hilang dari permukaan tanah.

Dari penuturan M Nurdin, warga Tetor Pemulo, rumah yang hancur tersebut milik Maksum, Aman Nadel, dan Sukri, semuanya rata dengan tanah.

BPBD dan Dinas Perhubungan sempat melakukan penutupan jalan selama proses pembersihan material lumpur di badan jalan Bireuen Takengon. Namun saat ini arus lalulintas sudah kembali bisa dilewati.

Sumber dari BPBD Aceh Tengah, selain di Paya Tumpi Baru dan Paya Tumpi Induk, banjir juga menerjang kampung Pinangan dan Gunung Balohen, Kecamatan Kebayakan serta kampung Daling, Kecamatan Bebesen.

Jalan perkampungan kampung Daling yang sebelumnya tertimbun material lumpur, saat ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dari beberapa lokasi longsor tersebut, ada 31 unit rumah rusak berat, 26 unit rumah rusak sedang dan sejumlah kebun masyarakat hancur terendam banjir yang disertai material batu dan kayu.

Selain rumah dan kebun, tiga unit mobil  dan satu unit sepeda motor rusak berat akibat terbawa arus air dan tertimpa material longsor.

BPBD Aceh Tengah juga menyebutkan ada lima orang korban luka dalam musibah banjir bandang ini. Empat orang Kampung Paya Tumbi Baru dan satu orang lainnya di kampung Paya Tumbi Induk.

Saat ini 10  Kepala Keluarga (KK) atau 33 jiwa mengungsi ke lokasi SDN 3 Kebayakan. Sedangkan 15 KK atau 56 jiwa lainnya mengungsi ke rumah keluarga atau saudaranya.

Kepala BPBD Aceh Tengah, Ishak menyebutkan semua akses jalan terutama jalan Bireuen - Takengon dan beberapa jalan desa sudah bisa dilalui usai pembersihan oleh petugas BPBD dibantu TNI Polri dengan mengunakan alat berat.

"Kami akan terus melakukan pendataan kerugian dan korban akibat banjir ini. Saat ini sejumlah korban pengungsian, terutama warga Paya Tumpi Baru membutuhkan Sarana Penerangan (Genset) dan Air Bersih, " kata Ishak.

Komentar

Loading...