Unduh Aplikasi

Jalan Panjang Pembebasan 51 Orang Nelayan Aceh yang Ditangkap Pemerintah Thailand

Jalan Panjang Pembebasan 51 Orang Nelayan Aceh yang Ditangkap Pemerintah Thailand
Foto: Ist

BANDA ACEH - Akhirnya 51 orang nelayan Aceh yang ditahan di Negara Thailand akan segera pulang bertemu keluarganya di Aceh. Rasa lega bukan hanya dialami oleh nelayan yang ditahan, namun juga keluarga yang menunggu di kampung halaman. Upaya pembebasan nelayan yang ditangkap oleh Royal Thai Navy (RTN) karena kasus dugaan mencuri ikan di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) membutuhkan waktu yang cukup lama dan upaya yang lumayan rumit.

Pemerintah Aceh, melalui dinas sosial bekerjasama dengan kementerian luar negeri dan pemerintah kerajaan Thailand akhirnya bisa memastikan kalau mereka (nelayan) bisa kembali ke kampung halaman dan keluarga pada awal bulan Oktober 2020 ini.

Lalu bagaimana kronologis dari mulai ditangkap sampai upaya pembebasan nelayan tersebut. AJNN mencoba merangkumnya untuk pembaca.

Peristiwa penangkapan ini terjadi pada hari Selasa tanggal 21 Januari 2020. Saat itu dua kapal asal Aceh yaitu NA.Perkasa dan NF.Mahera ditangkap saat mencari ikan oleh Royal Thai Navy (RTN). RTN menduga kedua kapal ini mencuri ikan di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE). Didalam kapal tersebut ternyata terdapat 33 orang Warga Negara Indonesia (WNI). Dari 33 orang WNI tersebut 3 diantaranya merupakan anak anak di bawah umur.

Baca: 51 Nelayan Aceh akan Segera Dipulangkan dari Thailand

Usai ditangkap, kedua kapal tersebut ditarik ke maskas RTN di Pangkalan Thap Lamu, Provinsi Phang Ngah yang berjarak sekitar 9 jam perjalanan dari KJRI Songkla. Mengetahui ada warga Indonesia yang ditangkap otoritas Thailand, maka pada hari Jum'at, tanggal 
 31 Januari 2020, konsul RI di Songkla melakukan pertemuan dengan wakil Gubernur Phang Nga. Lalu pada hari Senin tanggal 3 Februari 2020, Konsul RI di Songkla melakukan kunjungan ke penjara Phang Nga dan bertemu dengan 30 nelayan.

Di Aceh sendiri pada hari Senin 17 Februari 2020  pihak Dinas Sosial Aceh menyampaikan upaya yang akan/telah mereka lakukan penanganan Kasus Penangkapan WNI/Nelayan Asal Aceh di Thailand dan India.

Kembali ke Negara Thailand. Pada Jum'at, 13 Maret 2020 untuk nelayan 30 orang ini telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan Negeri Phang Nga. Putusan hukum telah mereka terima dan mengaku bersalah. Selanjutnya pada 16 Maret 2020 Departemen Of Correction Thailand mengabulkan permohonan salah seorang  untuk bertemu tim konsuler KJRI Songkla di penjara Phang Nga secara terbatas di ruang wawancara kaca .

Pada bulan Juni 2020 KJRI Songkla berupaya untuk mendampingi para nelayan untuk mendapatkan keringanan hukum. Namun berhubung kondisi Pandemi COVID-19 seluruh proses dalam penjara dan detensi diberlakukan aturan protokol kesehatan yang sangat ketat. Akhirnya pada tanggal 16 Juli 2020, enam anak dibawah umur yang berada di rumah Detensi Imigrasi/IDC Bangkok telah mendapatkan persetujuan untuk kembali ke tanah air.

Selanjutnya pada tanggal 28 Juli 2020. Sekitar 51 nelayan WNI Asal Aceh Timur mendapatkan Amnesti dari Raja Rama X. Lalu selanjutnya mereka akan dipindahkan dari penjara Phang Nga ke Pusat Detensi Imigrasi Thailand di Bangkok. Amnesti ini dikarenakan hadiah dari Ulang Tahun Raja Rama Tanggal 28 Juli 2020.

Kemudian pada tanggal 9 September 2020 pemberian Amnesti sudah ditetapkan melalui keputusan hakim Pengadilan Phang Nga. KJRI Songkla sendiri pada tanggal 12 September 2020 telah menyelesaikan proses penyiapan dokumen pembebasan dan dokumen perjalanan RI untuk 51 WNI Nelayan Asal Aceh, Proses transfer mereka dari penjara Phang Nga ke Pusat Detensi Imigrasi di Bangkok berlangsung lancar.

Tahap selanjutnya adalah proses persiapan akhir repatriasi 51 orang nelayan tersebut di koordinasikan dengan KBRI Bangkok sesuai dengan jadwal repatriasi dan Biro Imigrasi Thailand. Proses kepulangan mereka ke Indonesia diupayakan dengan cara seluruh nelayan menjadi peserta repatriasi dengan mengikuti protokol kesehatan dari Bangkok ke Jakarta untuk selanjutnya kembali ke Provinsi Aceh.

Komentar

Loading...