Unduh Aplikasi

Jalan Panjang menuju Datu Beru

Jalan Panjang menuju Datu Beru
Suasana rumah duka. Foto: AJNN/ Fauzi Cut Syam

MATA Azhari sembap. Sepanjang wawancara dengan AJNN, staf Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Bener Meriah, ini lebih banyak tertunduk.

"Saya dan istri sangat sedih. Anak yang dulu pernah ada selama 9 bulan di kandungan istri dan kami rawat 4 tahun 7 bulan, sudah tiada," kata Azhari di rumah duka, di kompleks perumahan Annisa Masion, Kampung Kebun Baru, Kecamatan Wh Pesam, Bener Meriah, Rabu (15/7).

Azhari merupakan orang tua Kalea Aqila Khansa. Kalea meninggal dunia tak lama berselang setelah sebuah kendaraan dinas menabraknya, Sabtu pekan lalu, menjelang magrib.

Saat itu, kata Azhari, Kalea dan dua temannya bergegas hendak pulang setelah mendengar suara orang mengaji dari pengeras suara masjid. Suara itu adalah tanda berakhirnya waktu bermain bagi mereka.

Baca: Plt Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bener Meriah Tabrak Balita hingga Meninggal Dunia

Di ujung gang, sepelemparan batu dari rumahnya, tiba-tiba melintas sebuah kendaraan kabin ganda yang dikemudikan HB, pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bener Meriah.

Sekejap kemudian Kalea dan seorang temannya berada di bagian bawah kendaraan plat merah itu. Sementara seorang lagi mencoba menghentikan kendaraan itu namun tak digubris.

"Teman anak saya meminta agar pengemudi menghentikan mobil, namun mobil terus berjalan. Mungkin saat itu dia mau bilang kawannya di bawah," ujar Arie.

Menjelang magrib, Arie duduk di rumah dengan seorang teman. Lalu dia mendengar suara berteriak memanggil-manggil namanya. Arie bergegas menuju arah suara. Dari arah berlawanan Arie melihat Mustafa, tetangganya, membopong Kalea.

Tak lama berselang, Arie ditemani seorang warga lainnya, melarikan Kalea ke tempat praktik dokter di kawasan Simpang Balek. Namun karena peralatan terbatas, Kalea dipindahkan ke Rumah Sakit Muyang Kute.

Mereka hanya sebentar di sana. Kalea kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Datu Beru, 15 kilometer dari Muyang Kute, untuk pemeriksaan menggunakan CT Scan.

Bagi Azhari, itu merupakan perjalanan terpanjang dalam hidupnya, karena pada akhirnya Kalea tak pernah benar-benar sampai di Datu Beru. Dia menghembuskan napas terakhir di pangkuan ayahnya.

"Kalau masalah nyawa mungkin sudah urusan Allah. Tapi masalah sebabnya yang mungkin belum bisa kami terima," ujar Arie.

Arie mengungkapkan bahwa warga berulang kali meminta agar HB, yang kerap melintasi jalan itu, mengurangi kecepatan kendaraannya saat berada di areal kompleks. Namun HB tak pernah mengindahkan teguran itu.

"Saya minta pihak berwajib menegakkan hukum seadil-adilnya. Jangan ada permainan apapun. Jangan karena pejabat hukum seperti tak berlaku padanya," ujar Arie.

Arie juga berharap Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi memastikan proses hukum terhadap HB berjalan tanpa intervensi, seperti janji Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya untuk menangani kasus ini secara profesional.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...