Unduh Aplikasi

Jalan di Tempat

Jalan di Tempat
ilustrasi: UK.com

ACEH tak hanya minyak dan gas. Bahkan dua hal itu adalah “masa lalu” yang hingga kini masih terus menjadi masalah meski tidak sampai menimbulkan gejolak seperti di masa lalu. Sudah saatnya Pemerintah Aceh mengalihkan perhatian dan fokus pada urusan yang satu ini: pariwisata.

Karena sektor yang satu ini tak pernah serius digarap oleh pemerintah. Padahal, Aceh memiliki kekayaan alam yang beragam. Di hutan-hutan Aceh, terdapat keanekaragaman hayati yang tinggi. Aceh juga memiliki bentang alam yang indah.

Sejarah Aceh yang besar dan panjang juga meninggalkan jejak yang masih dapat dinikmati hingga saat ini. Semua itu adalah anugerah yang seharusnya dapat dioptimalkan menjadi pendongkrak perekonomian.

Hasrat masyarakat masyarakat untuk menikmati waktu, bersantai dengan keluarga, di tempat-tempat indah juga tinggi. Lihat saja objek wisata yang berada di seluruh Aceh. Di saat-saat libur panjang, semua penuh dengan pengunjung. Tidak hanya orang Aceh, mereka juga datang dari luar daerah. Apalagi, keamanan kondusif sehingga mereka tak ragu mengarahkan perjalanan ke Aceh.

Di sinilah peran pemerintah diperlukan. Pemerintah Aceh tak perlu menjadi pelaksana. Karena skema pengembangan wisata ini bisa dilakukan dengan menggerakkan seluruh pemangku kepentingan. Di desa-desa, misalnya, pemerintah dapat mulai mendorong program “satu desa satu produk”.

Program ini di masa lalu sempat diwacanakan berkembang Banda Aceh. Namun seperti program-program pemerintah lain, hal ini perlahan-lahan dilupakan. Bahkan tak lagi menjadi populer. Padahal jika terus dikembangkan, sejak diwacanakan sekitar delapan tahun lalu, usaha kecil itu akan berkembang dan menemukan pasarnya.

Di lain pihak, pemerintah juga bisa memberikan stimulus kepada pengusaha yang benar-benar berhasrat untuk mengembangkan potensi wisata. Berikan saja mereka kemudahan lewat kebijakan dalam memanfaatkan dan mengembangkan kawasan wisata potensial.

Pemerintah tak boleh mengabaikan peran kalangan yang selama ini bertahan di sektor pariwisata. Pendapat mereka perlu didengarkan agar pemerintah dapat merancang kebijakan yang searah. Karena jika hanya mengandalkan institusi dan kemampuan sumber daya manusia pemerintah tentu tak cukup.

Urusan bisnis ini biarkan saja ditangani oleh bisnis. Pemerintah tak perlu latah dan tetaplah bertugas sebagai regulator yang memastikan para pengusaha dapat mengembangkan usaha dan masyarakat mendapatkan untung dari pajak yang dihasilkan dari usaha tersebut.

Pemerintah terus menerus berpikir tentang “proyek”. Karena pikiran itu tak akan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Pemerintah cukup memastikan bahwa setiap pengusaha menunjukkan daya saing dan produk-produk terbaik.

Menggandeng para pengusaha, terutama para pengusaha lokal, bisa menjawab tantangan untuk mengembangkan sektor pariwisata yang selama ini hanya sekadar ada, tanpa perencanaan, pengawasan dan pengembangan; jalan di tempat.

Komentar

Loading...