Unduh Aplikasi

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Bantuan UKM di Lhokseumawe

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Bantuan UKM di Lhokseumawe
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri Lhokseumawe mengusut dugaan kasus korupsi program bantuan Usaha Kecil Menengah (UKM) bagi masyarakat penerima bantuan senilai Rp 745 juta, yang disalurkan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah bersumber dari APBK Kota Lhoksuemawe tahun 2015.

Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Mukhlis SH melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Saiful Amri mengatakan, saat ini pengusutan sudah tahap penyidikan dan menunggu hasil audit akhir Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh untuk menentukan nilai pasti kerugian negara.

“Penyelidikan kasus tersebut sudah dilakukan sejak Maret 2017, ini sudah tahap penyidikan, belum ada tersangka yang kami tetapkan karena masih menunggu hasil audit akhir dari BPKP,” kata Saiful Amri, Rabu (25/1).

Dalam kasus tersebut, kata Saiful, ditemukan adanya indikasi mark up dan bantuan fiktif. Karena dalam dokumen petunjuk penyaluran bantuan, warga penerima manfaat seharusnya menerima dalam bentuk barang, namun pengakuan warga yang diperiksa sebagai saksi hanya mendapatkan dana, dan nilainya tidak sesuai dengan nilai bantuan dalam bentuk barang yang mereka terima saat itu.

“Kami sudah periksa lebih kurang 70 saksi, warga penerima bantuan, pejabat dinas terkait, staf dinas dan saksi ahli. Selain itu kami juga sudah periksa dokumen program kegiatan tersebut. Untuk kejelasannya, tunggu saja setelah hasil audit akhir BPKP turun, ” imbuhnya.

Komentar

Loading...